Wowwo! Om-om Deprov ‘Suka’ Bangun Pusat Judi dan Seks di Sulut

Deprov 'Suka' Bangun Pusat Judi dan Seks

Manado,Nyiurtimes.com–Salah satu agenda pokok dalam buku APBD 2018 pemprov Sulut ialah pariwisata. Utamanya dalam upaya menggali sumber pendapatan asli daerah (PAD) Sulut.

Menariknya dalam fase pembahasan beberapa waktu lalu, ada usulan menarik namun menuai kontroversi di internal Legislator.

Di mana personil Deprov James Tuuk memberi usulan pembangunan Casino. Tapi peruntukkannya khusus untuk pengunjung pariwsiata atau turis yang berkunjung ke Sulut.

“Saya setuju. Coba bandingkan dengan Genting di Malaysia. Kita kan tahu di Malaysia sebagian warganya muslim, fanatik. Itu sebab kalau di Sulut nanti dibuat Casino, asal peruntukkannya untuk turis,” usul Tuuk.

Politisi yang dikenal vokal ini, menjelaskan ada empat aspek penting bagaimana mendorong kemajuan pariwsita. Pertama sand (pasir pantai), kedua sun (matahari), ketiga seks dan keempat gambler (penjudi).

“Nah ini menjadai syarat pokok. Kalau ingin pariwsiata kita andalan maka kosekunsinya harus begitu,” tandasnya.

Gagasan legislator PDIP itu, justru mendapat bantahan dari internal legislatot sendiri. Semisalnya Netty Pantow. Personel Komisi I Deprov itu secara tegas menolak. Menurutnya masih banyak cara dan jalan selain dari harus membangun Casino.

“Casino itu sangat bertolak belakang dengan kultur dan karakteristik masyarakat sini. Itu sebab saya menolak,” komentar Pantow.

Srikandi partai berlambang Mercy itu, mengakui penting pembangunan pariwisata. Itu sebab dibutuhkan suport semua pihak. Utamanya pemerintah. Tapi buka dengan cara harus menjadikan Sulut sebagai kota judi.

“Lah masih banyak potensi yang bisa kita gali. Untuk meningkatkan pendapatan daerah di bidang pariwisata,” katanya. (*)