Wow! Begini Cara Pemerintah Sejaterahkan Nelayan

TALAUD,Nyiurtimes.com– Profesi nelayan saat ini sangat menguntungkan. Selain karena dapat meruap pendapatan, hidup nelayan dijamin pemerintah. Negara menjamin kehidupan nelayan dengan memberikan asuransi nelayan. Makanya, setiap nelayan harus PD dengan profesinya dan mau mendaftarkan diri ke Dinas Perikanan.

Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Talaud memang sedang memaksimalkan pendataan jumlah nelayan di Tanah Porodisa. ” Kami kembali turun mendata jumlah nelayan yang ada di Talaud. Disisir setiap kecamatan. Hal ini dilakukan guna pembuatan kartu nelayan,” ujarnya Kepala Dinas Perikanan Leida Dachlan, belum lama ini.

Adapun, pendataan ini menurut Dachlan, sangatlah penting agar pemerintah bisa mendapatkan data terbaru jumlah nelayan. Untuk sekarang, berdasarkan data yang ada nelayan di Talaud berjumlah sekira 7963 orang ” Kartu nelayan itu penting. Itu juga jadi syarat pembuatan asuransi nelayan yang tentunya sangat bermanfaat. Ketika bertemu nelayan, pihak dinas perikanan juga turut mensosialisasikan tentang manfaat asuransi nelayan” katanya

Kepala Bidang Penangkapan dan Tempat Pelelangan Ikan Ronald Bee mengatakan, untuk 2016 telah diterbitkan 608 asuransi. Sedangkan untuk 2017, sekira ada 2575 asuransi yang telah dibagikan kepada para nelayan. ” Untuk 2018 ini, kami masih turun mendata. Dinas Perikanan prinsipnya sekarang jemput bola. Pemerintah kabupaten tentunya menginginkan, 2018 ini, semua nelayan bisa mendapatkan asuransi. Syarat untuk mendapatkan asuransi nelayan mudah saja, yakni status pekerjaan dalam KTP harus nelayan. Atau bisa membawa KTP disertakan Kartu Keluarga dan surat keterangan dari kepala desa bahwa yang bersangkutan berprofesi nelayan,” jelas Kabid, kemarin.

Diketahui, Dalam asuransi nelayan, santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan yakni bagi yang meninggal dua mendapat Rp200 juta, cacat tetap Rp100 juta dan biaya pengobatan Rp20 juta. meruap pendapatan, hidup nelayan dijamin pemerintah. Negara menjamin kehidupan nelayan dengan memberikan asuransi nelayan. Makanya, setiap nelayan harus PD dengan profesinya dan mau mendaftarkan diri ke Dinas Perikanan.

Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Talaud memang sedang memaksimalkan pendataan jumlah nelayan di Tanah Porodisa. ” Kami kembali turun mendata jumlah nelayan yang ada di Talaud. Disisir setiap kecamatan. Hal ini dilakukan guna pembuatan kartu nelayan,” ujarnya Kepala Dinas Perikanan Leida Dachlan, belum lama ini.

Adapun, pendataan ini menurut Dachlan, sangatlah penting agar pemerintah bisa mendapatkan data terbaru jumlah nelayan. Untuk sekarang, berdasarkan data yang ada nelayan di Talaud berjumlah sekira 7963 orang ” Kartu nelayan itu penting. Itu juga jadi syarat pembuatan asuransi nelayan yang tentunya sangat bermanfaat. Ketika bertemu nelayan, pihak dinas perikanan juga turut mensosialisasikan tentang manfaat asuransi nelayan” katanya

Kepala Bidang Penangkapan dan Tempat Pelelangan Ikan Ronald Bee mengatakan, untuk 2016 telah diterbitkan 608 asuransi. Sedangkan untuk 2017, sekira ada 2575 asuransi yang telah dibagikan kepada para nelayan. ” Untuk 2018 ini, kami masih turun mendata. Dinas Perikanan prinsipnya sekarang jemput bola. Pemerintah kabupaten tentunya menginginkan, 2018 ini, semua nelayan bisa mendapatkan asuransi. Syarat untuk mendapatkan asuransi nelayan mudah saja, yakni status pekerjaan dalam KTP harus nelayan. Atau bisa membawa KTP disertakan Kartu Keluarga dan surat keterangan dari kepala desa bahwa yang bersangkutan berprofesi nelayan,” jelas Kabid, kemarin.

Diketahui, Dalam asuransi nelayan, santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan yakni bagi yang meninggal dua mendapat Rp200 juta, cacat tetap Rp100 juta dan biaya pengobatan Rp20 juta. (Tika)