Waworuntu : Kematian Kristus Merupakan Kemenangan Seluruh Umat Manusia

 

Manado,Nyiurtimes.com–Jumat agung merupakan salah satu perayaan besar umat Nasrani di seluruh dunia, perayaan memperingati Kematian Yesus Kristus ini akan diperingati pada besok hari jumat (30/03). Refleksi atas karya agung Yesus itu diungkapkan Braien Waworuntu, tokoh pemuda Sulut. Menurutnya kematian Kristus merupakan rencana dan wujud dari karya keselamatan Allah yang sempurna. Itu sebab bagi Waworuntu sudah sepatutnya kematian Kristus bukan hanya diperingati oleh umat Nasrani saja tetapi seluruh umat manusia yang memperoleh penebusan dan keselamatan dari kematian Kristus.

“Karya keselamatan itu berlaku universal. Kepada semua umat manusia, ” Tutur aktivis  DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulut.

Lanjut Waworuntu, kematian Kristus menjadi karya Allah yang sempurna karena kematianNya selain mendamaikan dan mendatangkan pengampunan Allah, juga telah membuka jalan yang baru dan yang hidup. Maksudnya kematian Kristus bagi setiap orang yang percaya berhasil membuka dimensi komunikasi dan relasi yang hidup baik secara vertikal maupun secara horisontal. Bila semula hubungan manusia dengan Allah terputus bahkan terbentang suatu jarak yang tidak mungkin terjembatani; maka kini melalui kematian Kristus, Allah berkenan menjadi Bapa dan umat manusia menjadi anak-anak Allah. Dengan statusnya sebagai anak-anak Allah, dalam iman kepada Kristus kini kita memperoleh hak waris Kerajaan Sorga yaitu keselamatan dan hidup kekal. Selain itu kematian Kristus juga memulihkan hubungan dengan sesama. Semua tembok pembatas yang bernama kesukuan, bahasa, budaya, kebangsaan, status sosial, atau segala sesuatu yang serba eksklusif berhasil dirobohkan oleh kematian Kristus. Sehingga di dalam Kristus, kita disatukan sebagai keluarga umat Allah. Kini seluruh umat manusia melalui kematian Kristus tanpa kecuali telah diikat dalam kasih dan pengampunan Allah.
“Marilah pada Perayaan Kematian Kristus pada esok hari, diperingati bukan semata karena rutinitas setiap tahun atau perayaan dengan pesta pora tetapi harus kita imani dengan rasa ucapan syukur atas keselamatan yang diberikan kepada kita semua,” ajak pria yang juga sebagai  pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Sulawesi Utara itu.  (*)