Wali Kota Bitung Terima Kunjungan Wakil Duta Besar China Untuk Indonesia

Bitung, Nyiurtimes.com – Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban menerima kunjungan Wakil Duta Besar China untuk Indonesia Sun Weide bersama rombongan bertempat di Kantor Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kelurahan Sagerat.

Walikota Bitung mengatakan kedatangan Duta Besar asal negeri Tiongkok bersama rombongan yang terdiri dari beberapa investor dengan tujuan untuk melihat sudah sejauh mana perkembangan pembangunan KEK yang direncanakan luasnya mencapai 534 Ha.

Tentang letak dan keberadaan kota Bitung di Provinsi Sulawesi Utara yang melalui Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2014, ditetapkan sebagai KEK.

“Lokasi KEK Bitung sangat strategis, karena merupakan pintu gerbang ekonomi ke negara-negara di Asia Pasifik.” kata Lomban

Aksesibilitas tersebut didukung dengan adanya Pelabuhan Hub Internasional Bitung sebagai hub perdagangan bagi Kawasan Timur Indonesia.

“Kota Bitung hanya berjarak 44 km dari Ibu Kota Manado, dan saya yakin KEK Bitung dapat menjadi pusat pertumbuhan dan distribusi barang serta penunjang logistik di kawasan timur Indonesia.” ujarnya.

Wakil Duta Besar China mengapresiasi perjuangan dan kerja keras Pemerintah Kota Bitung dalam mensukseskan program pengembangan infrastruktur dari pemerintah pusat dengan merealisasikan pembangunan KEK di Kota Bitung.

“Kami telah melihat berbagai kesiapan pemerintah dalam menunjang pembangunan KEK ini, hasil observasi ini akan menjadi evaluasi serta berharap mampu meyakinkan rekan -rekan investor di negara kami untuk berinvestasi disini.” ujar Sun.

Walikota Bitung juga mengajak Wakil Duta Besar China bersama rombongan untuk mengunjungi Terminal Peti Kemas Kota Bitung terkait dengan ditetapkannya pelabuhan tersebut sebagai International Hub Port penunjang KEK.

Keberadaan KEK Bitung lewat industri pengolahan perikanan dan industri kelapa beserta produk turunannya yang memiliki pasar yang sangat luas dan diminati baik dalam skala Nasional maupun internasional diharapkan mampu mendorong hilirisasi dan mendongkrak daya saing sektor perikanan, agro, farmasi dan menarik investasi senilai Rp 32 triliun hingga tahun 2025. (**)