Wagub Dukung Màramis Pahlawan Nasional

Wagub Dukung Màramis Pahlawan Nasional
Foto: Steven Kandouw | Sumber foto: Detik Kawanua

AMURANG–Ada refleksi menarik di hari pahlawan nasional yang jatuh pada 10 November kali ini. Sebagian anak cucu keluarga tokoh-tokoh perjuangan berdarah kawanua rupanya praktis pesimis leluhurnya bisa dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Seperti yang diungkapkan akademisi Unsrat Ronny Maramis. Dalam postingannya di laman facebook ia sedikit mencurahkan isi hatinya, dalam nada pesimis. Dosen fakultas hukum itu menyebut nama tokoh pejuang Mr AA Maramis sebagai pejuang yang dilupakan.

Sebab baginya segala upaya daya sudah dilakukan, tapi belum juga mendapat respon manis mengenai pengusulan AA Maramis sebagai pahlawan nasional.

“Mekanisme pahlawan nasional yang birokratis dan bikin puyeng (pusing, red) keluarga,” tulis Maramis sebagai bentuk refleksi di momentum penuh historis itu.

Akan hal itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw punya tanggapan positif. Menurutnya AA Maramis cocok dan pantas disematkan gelar pahlawan nasional.

Sebab bagi SK begitu mantan Ketua Deprov Sulut itu disapa, Maramis punya banyak karya dalam proses kemerdekaan RI. Malah ia memuji Maramis punya banyak kontribusi.

“Faktanya memang  kontribusinya (Maramis) jelas untuk republik ini,” tegas Kandouw.
Pernyataan ini membuktikan bahwa pemerintah siap memberi dukungan dalam proses  pengusulan pahlawan asal Kawanua untuk dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Karena bagi pemerintah hal semacam itu  adalah hal yang sangat positif dan harus layak diapresiasi. Kendati begitu ada fase serangkaian proses yang harus dijalankan untuk mendukung usulan gelar pahlawan nasional itu.

Di antaranya harus dilakukan kajian-kajian ilmiah dan akademis, seminar dan workshop tentang kehidupan dan karya-karya mereka. Kalau itu semua sudah dilewati pasti akan ada buah manis. (glas)