Waduhhh! Asyik Pesta Narkoba, Istri Wawali Gorontalo Ditangkap


Gorontalo,Nyiurtimes.com–Memalukan. Istri Wakil Wali Kota, Kota Gorontalo Budi Doku ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Gorontalo saat asyik pesta narkoba, Selasa (2/1) malam.

Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol Oneng Subroto, menerangkan selain menangkap Serli (istri Wawali) pihaknya juga menangkap seorang temannya, LN alias Len.

“Keduanya, ditangkap, sekitar pukul 22.00 Wita, oleh petugas BNNP Gorontalo, di salah satu rumah milik AR alias Adrian yang ada di Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Limba UI, Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo,” ucap Oneng, kepada wartawan, Rabu (3/1/2018).

Subroto merinci hasil penggebrekkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan kedua pelaku diantaranya satu buah alat hisap sabu atau bong, tiga sachet plastik berisi butiran kristal diduga narkotika sabu, satu buah korek api gas serta enam buah handphone

“Nah tes urine, yang dilakukan memang keduanya positif mengkonsumsi narkoba,” jelas Oneng.

Itu sebab menurutnya untuk sementara masih diperiksa soal kepemilikan barang.

“Kita masih periksa keduanya. Mereka sering nangis saat diperiksa,” ucap Oneng.

Kini pihaknya, belum memastikan jenis obat narkoba yang di konsumsi keduanya.

“Masih akan kita bawa ke laboratoriun,” singkat Oneng.

Penangkapan kedua pelaku dari informasi yang diterima pihak BNNP yaitu akan ada pesta narkoba di salah satu rumah.

Sementara itu, pantauan redaksi suasana di kantor BNNP nampak ramai dihadiri oleh sejumlah wartawan. Bahkan pihak Polda Gorontalo pun sudah datang dan melakukan koordinasi dengan pihak BNNP Gorontalo.

Pukul 02.40 wita, Salahudin Pakaya, SH mendatangi kantor BNNP Gorontalo untuk melakukan pendampingan terhadap istri Wawali.

“Saya diutus pihak keluarga untuk melakukan pendampingan terhadap terduga. Dan kita punya waktu diberikan 3 x 24 jam, jika perlu dilakukan pengembangan maka pihak BNNP bisa menambah lagi waktu pemeriksaan selama 3 X 24 jam,” tegas Salahudin Pakaya yang menambahkan bahwa pihaknya berjumlah 7 orang pengacara. (*)