Waduh! Tambang Ilegal Beredar Legal

Amurang,Nyiurtimes.com–Aktivitas tambang ilegal galian C di Minsel rupanya sudah jadi sindikat. Modus yang dilakukan sama persis. Di tutup di satu tempat lalu di buka di tempat yang lain. Ironinya pihak pemerintah pun seakan dibuat tak berdaya. Seperti pantauan harian ini. Aktivitas galian c di DAS Ranoipao Amurang dan di area desa Lindangan Tompaso Baru. Padahal jarak pusat tambang ilegal itu, tak begitu jauh dari jalan umum. Sejauh mata memandang. Tapi kenyataannya sampai saat ini, belum ada tanda-tanda penindakan dari pemerintah. Baik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun Satuan Polisi Pamong Praja. Belakangan terendus ada keterlibatan oknum pengusaha yang disinyalir punya intimitas dengan pihak-pihak tertentu yang dianggap punya power. “Kalau mau jujur banyak sebenarnya galian C yang tidak memiliki dokumen administrasi. Tapi memang susah untuk ditertibkan. Sebab memang ada dugaan sudah diamankan dengan jatah-jatah,” ungkap sumber resmi harian ini. Ia pun mengatakan kondisi semacam itu kalau terus dibiarkan akan merusak ekosistem yang ada. Malah mengancam kerusakan lingkungan. Bisa berdampak pada bencana alam. “Itu sebab kami berharap instansi terkait tidak tutup mata dengan keadaan yang ada,” harapnya. Akan hal itu, Kepala Dinas Lingkunga Hidup Minsel Roi Sumangkut, ST,MM mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan aksi kegiatan penambangan liar galaian C tersebut. Diakuinya, walaupun kewenangan penindakan ada pada Pemerintah Provinsi Sulut, namun karena terjadi di wilayah Minsel maka harus ditindaklanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup Minsel. Dia juga meminta agar Pemerintah Kecamatan untuk tanggap dalam mengawasi setiap kegiatan pertambangan liar galian C di wilayahnya. “Dari sejak februari 2017 telah diinformasikan kepada setiap camat – camat, apabila ada ditemukan di wilayah masing – masing ada peluang untuk jadi pencemaran atau perusakan lingkungan, harus disampaikan informasi ke Dinas Lingkungan Hidup Minsel, nanti akan ditindaklanjuti,”ujar Sumangkut.(*)