Waduh..!! Nasib Komaling Cs Diujung Tanduk, Sidabutar : Sudah Tahap Penyidikkan

Amurang,Nyiurtimes.com–Sebentar lagi Kejaksaan Negeri Amurang bakal menetapkan tersangka kasus korupsi pemadam kebakaran (Damkar) dan pemcah ombak. Pasalnya pihak Kejari sudah menaikan status kasus yang menyeret dua oknum pejabat teras Minsel itu pada tahapan penyidikkan. Itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Amurang Lambok Sidabutar, Rabu kemarin.

Ia menjelaskan praktek beraroma korupsi yang melibatkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Minsel NR alias Dadi dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) AK alias Alo sudah masuk tahap penyidikkan.

“Ada dua kasus dugaan korupsi yang sudah beberapa bulan ini masuk tahap penyidikan. Dua kasus itu yakni damkar dan penahan ombak di Kelurahan Ranoiapo,” ungkap Sidabutar.

Pimpinan korps baju coklat tua itu, membeber

untuk kasus dugaan korupsi damkar pihaknya telah mendatangkan ahli tehnik mesin untuk mengetahui apakah mobil damkar sudah sesuai spesifikasi atau tidak.

“Untuk kasus damkar sudah ada hasil dari tim, dimana sebelumnya sudah diuji test drive, volume, tangki dan RPM. Jadi sudah ada kesimpulan tentang itu. Dan saat ini kita sedang menghitung berapa nilai riil kerugian keuangan negara,” terangnya.

Dalam kasus ini menurut Sidabutar, pihaknya tidak akan buru-buru dan gegabah dalam menetapkan tersangka. Hal ini dilakukan sebagai strategi menghadapi kemungkinan praperadilan yang sering dilakukan para tersangka guna mengindari jeratan hukum.

“Seperti diketahui saat ini banyak calon tersangka yang senang dengan pra peradilan . Jangan nanti kita gegabah dan buru-buru buat orang tersangka kemudian dipraperadilan tersangka dan kita kalah, pada akhirnya kita dicemooh, jadi butuh kesabaran, ” katanya.

Walau begitu, pengak hukum yang kerap menggunakan kacamat itu mengaku pihaknya sempat patah aral. Kesulitan melakukan pengungkapan kasus tersebut. Pasalnya sang kontraktor sebagai penyedia barangnya susah ditemukan, kendati sudah dicari disejumlah tempat. Nah terakir ditemukan dan lansung di BAP. Apalagi penatapan tersangka sebelumnya harus diperiksa terlebih dahulu sebagai saksi sebagaimana putusan MK.

Di sisi lain, mengenai pemecah ombak di Kelurahan Ranoiapo, menurutnya sejak lama pihaknya tengah mencium indikasi awal kasus tersebut. Itu lantaran pengerjaan proyek tersebut dilakukan melalu penunjukan langsung.

“Ada beberapa lidik terkait dengan itu yakni dana siap pakai Badan Nasional Penanulanan Bencana (BNPB) sebesar Rp 30 Miliar.

Selain itu ada dari APBD untuk kegiatan yang sama. Dan untuk mengunkap kasus ini kita datangkan tenaga ahli dari ITB Bandung, sebagai pertimbangan objektifitas, sehingga kita tidak dikira main-main, ” imbuhnya.

Sementara itu, dua pejabat dimaksud belakangan ini susah ditemui. Beberapa kali harian ini mencoba mendatangi kantor mereka tapi menurut pengakuan staf memang mereka sudah jarang ke kantor. (*)