Usut Tuntas! Skandal Pembongkaran Kios Pasar Amurang Dengan Alasan Membangun Jalan TERNYATA??????????

Amurang, Nyiurtimes.com – Modus relokasi sejumlah kios di pasar Amurang terbongkar. Itu diendus sejumlah pedagang, Selasa (27/2). Mereka mengaku terusik dan kecewa. Ternyata alih-alih pembongkaran tenda-tenda berbentuk kios itu bukan membangun jalan. Padahal belakangan menguak itu diduga kuat sekedar modus belaka. Aksi gagah-gagahan yang ditunjukkan kepala pasar semacam ini justru membuat sejumlah pedagang ngelus dada. Tak bisa berbuat banyak hanya bisa meradang. Seperti yang diungkapkan sumber resmi redaksi ini. Wanita yang mengaku sebagai pedagang itu bercerita secara detil rencana relokasi yang sebelumnya sudah dilakukan dialog antara pihak manajemen pasar dan pedagang. Tapi belakangan justru diabaikan.

“Kami merasa dibohongi, kenapa dalam pertemuan lalu disampaikan akan dilakukan pembongkaran sejumlah kios untuk kepentingan membangun jalan. Kami sebagai pedagang tentu berlapang dada menerima kebijakan tersebut,” aku sumber dimaksud.

Aneh bin ajaib, herannya entah apa yang merasuki pikiran mereka, tiba-tiba lokasi tersebut justru sudah dibangun kios baru.

Lantas sebagai pedagang secara spontan mempertanyakan. “Kok katanya lokasi ini mau dibangun jalan. Kenapa dibangun kios lagi. Malah katanya sudah di kapling pedagang baru,” beber wanita tersebut.

Lebih parah lagi, rangka kios yang dibangun itu justru menutup akses untuk sejumlah kios pedagang yang ada. “Ini ada apa. Kami merasa ada ketidak adilan,” sambungnya lagi.

Apalagi menurut sumber pedagang yang meminta namanya dirahasiakan itu, ada dua orang datang tanpa sebab ngancam-ngamcam pedagang. Cuma lantaran rangka kios yang belum terpancang kuat itu roboh akibat ditiup angin.

“Meraka ngancam-ngancam pedagang. Menuduh kami (pedagang, red) yang merobohkan rangka kios. Lalu sempat ada pernyataan kasar keluar dari mulut kedua oknum tersebut: Kalian belum tahu kami siapa? Jangan macam-macam ya,” tiru sumber tadi.

Walau begitu ia mengaku tak begitu tahu persis siapa dan kapasitas apa dua oknum tersebut. Upaya konfirmasi kepala pasar Amurang belum berhasil. Sejumlah awak media sempat mendatangi kediamannya tapi tak berada di tempat.

Beruntung Direktur Cita Waya Esa sebagai pengelola pasar berhasil ditemui dan dimintai klarifikasi mengenai hal tersebut. “Awalnya memang itu akan dibangun jalan. Tapi belum ada kepastian kapan akan dibangun. Itu sebab kami berpikir untuk memanfaatkan lahan tersebut,” singkat Tuerah. Penjelasan ini justru menimbulkan keanehan. Apa sebab? Setelah diminta dokumen perencanaan pembangunan jalan dimaksud justru tak bisa ditunjukkan.