Tuange Ingatkan Kepsek Jangan Pungli

Talaud, nyiurtimes.com-– Kepala sekolah (Kepsek) diminta jangan minta imbalan saat menyerahkan ijazah kepada siswa siswi. Hal ini disampaikan Plt Bupati Kepulauan Talaud Petrus Simon Tuange.

” Serahkan ijazah tanpa harus ada imbalan,” ujarnya usai melantik dan mengambil sumpah janji pejabat fungsional dilingkungan pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud, di Aula Sekretariat Kabupaten, Jumat (22/6) kemarin.

Dalam sambutannya, Tuange menyampaikan kepala para pejabat Kepsek yang telah dilantik agar menjaga sikap.

“Kepsek mendapatkan temlat yang terhormat ditengah masyarakat. Saya ingatkan beberapa hal, kepsek harus jadi panutan baik dalam tugas pendidikan maupun lingkup ASN. Harus juga menjaga nama baik ditengah-tengah kehidupan masyarakat dan gereja. Ini penting. Jangan sampai ada kepsek tidak pernah membaur atau hadir dikegiatan kemasyarakatan, tidak masuk geteja dan lainnya. Kepsek punya posisi terhornat di lingkungan masyarakat. Harus mampu menjadi contoh dan teladan. Sebagai pemimpin juga harus memposisikan diri bukan untuk ditakuti namun jadilah yang disegani,” ucapnya.

Sebagai kepsek, kata Tuange, harus tahu plus mines sekolah yang dipimpin. Harus tahu kondisi fisik maupun keadaan para guru. Jangan-jangan didalam sekolah hancur.

“Kalau mau berhasil harus mengetahui kebutuhan sekolah. Jangan sampai kehadiran kalian malah meretakan hubungan kekompakkan guru-guru di dalam sekolah. Harus jadi perekat, pengayom. Jangan pilih kasih.Maksud saya, perbaikilah yang buruk dan pertahankan yang baik. Minta topangan dari semua guru atau seluruh yang bertugas di sekolah. Rangkul tim yang ada,” katanya.

Khusus guru SMPN 1 Beo, berupaya jadi sekolah adiwiyata. Buat perencanaan yang matang agar menuju sekolah adywiyata.” Jangan kalah dengan kabupaten lainnya.
Ini penting untuk kepsek-kepsek. Khusus kepala sekolah SMPN 1 Ammat, guru PNS disana hanya ada satu dan itu kepsek. Saya minta ada penambahan guru PNS disana. Bisa pindahkan guru-guru asal kecamatan tersebut untuk bertugas di SMP guna memperkuat sekolah tersebut,” ungkapnya. Sembari menambahkan,  untuk dua pelaksana tugas camat telah diberikan kewenangan sebagai camat. “Kecamatan mengelola anggaran sendiri. Lihat kebutuhan yang ada. Jangan dana yang ada untuk kepentingan pribadi” tandasnya. (tika)