Tobat! Tersangka Pembunuh Pria Tawaang Diciduk Polres Minsel

Amurang,Nyiurtimes.com-Dua kasus pembunuhan yang terjadi pekan lalu di tempat yang berbedah yakni didesa tawaang barat kecamatan tenga dan desa tanamon kecamatan sinonsayang berhasil diringkus tim gabungan kepolisian resort minahasa selatan (polres minsel).

Press Release yang dilaksanakan didepan ruangan sat reskrim polres minsel senin 26/2 pagi tadi, Dipimpin Kapolres AKBP Fx winardi prabowo, SIK di dampingi wakapolres Prevly Tampanguma, SH dan kasat reskrim Iptu Mochamad Nandar, SIK

“Pembunuhan yang terjadi di desa tawaang barat kecamatan tenga dengan korban alfa kumaat (27) tersangka berinisial MK alias Meksiko berhasil kami amankan dalam kurun waktu 2x 24 jam, tepatnya didesa olondano kecamatan balaesang kabupaten donggala provinsi sulawesi tengah, sabtu (24/2).” Ucap kapolres

Usai pesta miras bersama, Alfa Kumaat tewas akibat ditikam oleh pelaku MK menggunakan senjata tajam berupa badik.”kasus ini belum ditemukan motif yang spesifikasi, dari hasil penyelidikan kasus ini disinyalir karena pengaruh minuman keras, tapi akan kami lakukan pendalaman lanjutan” ujar kapolres

Selain itu, kasus serupa terjadi di desa tanamon kecamatan sinonsayang yang dilakukan oleh tersangka berinisial AO alias Abdul (17) terhadap korban mutha buluntuh (17), untuk di ketahui keduanya adalah warga desa setempat.

“Kali ini tersangka menggunakan senjata tajam berupa pisau dapur dan menikam di bagian perut kanan korban, setelahnya korban langsung dibawah ke RS Kalooran namun karena pendarahan yang cukup parah, korban langsung dirujuk ke RS Prof. Kandow malalayang, tapi meninggal dalam perjalanan” tambah kapolres

Korban dan tersangka masih terikat hubungan keluarga (sepupu) dan keduanya berstatus siswa di sekolah Alya tanamon, lebih parah lagi sih pelaku tinggal dirumah korban.

Saat ini kedua tersangka, AO (abdul) dan MK (meksiko) sudah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Tersangka AO (abdul) dijerat pasal 340 sub 338 sub 351 ayat 3 KUHP, ancaman hukuman maksimal pidana penjara hukuman mati. Sedangkan Tersangka MK (meksiko) dijerat pasal 338 sub 351 ayat 3 KUHP, ancaman maksimal hukuman penjara seumur hidup” tutup kapolres
(Victor)