THL Setdakab Minsel Terancam ‘Kerja Bakti’ Gaji Januar-Februari tak Dibayar

 

AMURANG–Kebijakan pembayaran gaji Tenaga Harian Lepas (THL) di sekretariat Daerah Pemkab Minsel beking sejumlah THL ngelus dada. Mereka memprotes perhitungan gaji yang dianggap pilih kasih dan cenderung tidak adil. Di mana ada empat bagian dari Sepuluh Perangkat Daerah (PD) di setda Minsel yang dibayar gajinya ful sejak Januari. Sementara enam PD lainnya dihitung Maret ini. Padahal semua THL menggunakan SK Bupati yang sama.
“Kami merasa tidak adil saja. Semacam ada yang diistimewahkan. Sementara yang lain diabaikan. Seharusnya kami diberlakukan sama, ” keluh sejumlah THL yang meminta namanya tidak dikorankan. Apalagi aku mereka hal samacam ini sudah menahun.
“ini yang kedua. Kami pikir cuma tahun lalu. Ternyata sekarang juga begitu,” aku sumber tersebut. Bagi mereka agak masuk akal kalau jauh sebelumnya sudah diberi penjelasan dan informasi kepada mereka perihal pendekatan apa yang digunakan. Dalam penerapan pembayaran gaji yang terkesan pilih kasih.
“Apalagi ini dilakukan diam-diam tanpa ada penjelasan. Pendekatan apa. Apakah beban kerja atau ada hal lain, ” Tanya mereka.
Sambil berharap kedepan semoga ada keperpihakan terhadap semua THL. Jangan lagi ada sikap pilih kasih. Sebab, kalau ini dilakukan terus menerus justru sangat merugikan bagi THL.
Akan hal itu, Kepala Bagian Ortal setda Minsel Frangky Mamangkey tak membantah. Ia mengkonfirmasi kebijakan itu memang sudah berlangsung dua tahun terahir. Mantan kepala bagian Humas Pemkab itu menjelaskan dasar penerapan kebijakan tersebut berdasarkan kebutuhan masing-masing Perangkat Daerah. Artinya ada bagian yang memang beban kerjanya sudah dimulai sejak Januari. Sementara ada bagian yang aktivitasnya membutuhkan THL Maret ini.
“Nah jadi berdasarkan itu dibuatlah pernyataan. Kan mereka juga sempat dirumahkan sesudah itu baru kita panggil lagi, ” jawab Mamangkey. Olehnya itu, ia membantah tudingan pilih kasih. (viktor)