Tampil Narasumber Diskusi Bawaslu RI Liando : Parpol Salah Satu Penyebab Masalah Pilkada

Amurang,Nyiurtimes.com–Peneliti kepemiluan Universitas Sam ratulangi Manado, Dr Ferry Liando membedah salah satu yang menjadi masalah utama Pilkada saat ini adalah keberadaan partai politik. Menurut Liando, eksistensi parpol ternyata menjadi indikator apakah pilkada itu berproses dengan baik atau tidak. Penegasan itu disampaikan pengamat politik dan pemerintahan itu saat tampil sebagai narasumber dalam diskusi yang digelar Bawaslu RI Rabu (21/3) kemarin.
Dia merinci ada beberapa Indikator yang bisa menentukan apakah pilkada itu berproses secara baik dan berhasil. Diantaranya hadirnya sebuah regulasi yang memadai, penyelenggara yang profesional, kaderisasi partai politik dan pendidikan politik pemilih.


“Nah itu yang menjadi catatan penting. Kalau kita melihat secara objektif sekarang ini meski tidak sempurna namun regulasi pemilu cukup memadai untuk mengawal Pilkada berkualitas. Ini juga ikut dikuatkan dengan adanya sanksi yang diberikan dari DKPP. Kenyataan semacam ini membuat para penyelenggara akan berpikir panjang untuk tidak bekerja profesional dan transparan,” ungkap Linado. Walau begitu, Dosen Fisip Unsrat itu menerangkan pemicu masalah pada pilkada sekarang ini terletak pada proses kandidasi. Dimana calon yang diajukan parpol sebagai kontestan Pilkada sebagian besar tidak memiliki kompotensi dan kualifikasi sebagai pemimpin yang bisa menciptakan solusi membangun daerah. Dia menyebut sebagian parpol mencalonkan seseorang berdasarkan mahar, kemudian untuk mempengaruhi pemilih, cara calon dan tim suksesnya memperdaya pemilih dengan uang atau barang lainnya. Begitupun dengan cara meraih simati publik. Siasat yang dilakukan kerap menghalakan segala cara. Seperti pemberitaan bohong, mobilisasi ASN dan politik sentimen.
“Penyebab dari semua itu karena parpol sebetulnya tidak memproduksi calon pemimpin tapi ahli strategi memperdaya pemilih untuk memengai kompetisi dengan segala cara,” tandasnya. Olehnya itu kata Kaprodi PSP pasca sarjana Unsrat itu, jika pilkada berkualitas maka parpol harus menjadi perhatian untuk dibenahi baik tata kelolanya, kelembagaannya, maupun keanggotaannya.
Selain itu, Ia juga menyimpulkan Instrumen lainnya bagaimana menjadikan pilkada berkualitas adalah kesiapan dan profesionalisme penyanggara dalam proses pilkada itu dan mendorong pemilih agar tau menjadi pemilih yang baik.
Diketahui selain Liando ada juga beberapa pemateri lainnya yang ikut memboboti diskusi itu diantaranya Afif Afifudin anggota Bawaslu RI, Titi Anggraini direktur Perludem, girindra Sadino dari KiPP dan jeiry Sumampow dari komite pemilih. (*)