Soal Pin Emas Anggota DPRD, Ini Tanggapan Akademisi FISIP UNSRAT

Nyiurtimes.com, SULUT – Salah satu Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado Efvendy Sondakh, menyikapi soal Pin emas bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Rabu (28/08/2019)

Menurut Dosen Ilmu Politik ini bahwa pengadaan pin emas untuk anggota dewan bukan merupakan hal yang penting.

“Pengadaan pin dari emas bukan hal yang penting. Sebaiknya diganti dengan bahan biasa yang lebih murah. Sama sekali tidak akan mengurangi kehormatan sebagai anggota dewan,” ujar Sondakh kepada media ini

Jebolan Magister Ilmu Politik Universitas Diponegoro (UNDIP) ini juga mengatakan
Bahwa kinerja anggota dewan selama ini tidak menunjukan prestasi yang baik dimata masyarakat.

“Sangat tidak berbanding lurus dengan kinerja mereka kalau kita objektif melihat. Dalam berbagai lembaga survey kredibel, lembaga legislatif selalu mendapatkan penilaian buruk dari masyarakat,” katanya

Sondakh yang juga merupakan Direktur Politik Intelektual Muda Sulut ini juga
mengapresiasi langkah politisi muda Melky Jakhin Pangemanan (MJP) dari Partai Solidaritas Indonesia yang menolak menggunakan pin berbahan dasar emas.

“Menurut saya langkah yang diambil MJP dan tentunya PSI patut diteladani. Ingat, pin emas melambangkan betapa eksklusifnya gaya hidup anggota dewan,” pungkasnya (REDAKSI)