SERAAAAM! Marak Gantung Diri di Minsel Rentang Waktu Berjarak Seminggu

Amurang,Nyiurtimes.com–Sungguh memprihatinkan. Kasus gantung diri di Kabupaten Minahasa Selatan praktis terjadi secara berturut-turut. Dalam dua bulan terahir tergolong cukup tinggi. Sejak akhir tahun 2017 Desember lalu, cuma dalam rentang 1 bulan kasus serupa kembali menggegerkan warga Minsel. Setelah gantung diri yang dilakukan pria asal Tambelang Maesaan, Selasa (2/12/2018) lalu, terahir gantung diri juga terjadi di Desa Boyong Atas Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Sabtu (6/1/2018) pagi tadi.

Sekitar pukul 07.00 Wita, warga Desa Boyong Atas dihebohkan penemuan mayat lelaki yang tergantung di salah satu tempat pengeringan kopra perkebunan Boyong Atas. Belakangan mayat tersebut bernama Aldy Memah (20) warga setempat.

Kronologis kejadian, seorang saksi bernama Eden Lengkong (57) warga setempat, dari rumah mengarah ke tempat pengeringan kopra miliknya (TKP,red) pagi itu.

Saat tiba di lokasi, ia kaget melihat sesosok mayat yang tergantung di tempatnya itu.

Ia langsung menghubungi Hukumtua setempat untuk melaporkan kejdian tersebut. Polisi menuju ke TKP.

”Mendengar laporan adanya kasus gantung diri di Desa Boyong Atas, kami langsung menuju ke TKP. Kemudian mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket), dan menguhungi tim medis,” ujar Kapolsek Tenga Iptu Muhamad Amri.

Ditambahkannya, dari keterangan yang diperoleh pihak kepolisian melalui keluarga korban, diketahui korban memiliki masalah percintaan dengan pacarnya.

”Menurut keluarga, korban memiliki masalah percintaan dengan pacarnya. Diduga masalah itu yang menjadi motif mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi, karena telah menerima peristiwa ini sebagai musibah,” pungkas Amri. (*)