Sejumlah Sajam Disita Petugas

Talaud,nyiurtimes.com— Ratusan personil gabungan, yakni Polri dan TNI yang dipimpin Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Marojahan Denny Irawan Situmorang, dan Dandim 1312/Talaud Letkol Arm Gregorius Eka Setiawan, melakukan Pengamanan kegiatan unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Peduli Pilkada Talaud, pada Rabu (4/7/2018) bertempat di jalan raya depan Mako Brimob Talaud.

Beberapa pendemo yang diduga membawa saja langsung diamankan pihak kepolisian

Awalnya pada pukul 11.30 Wita, bertempat di Kelurahan Melonguane Barat Kecamatan Melonguane tepatnya dijalan raya depan Mako Brimob Talaud, ratusan personil gabungan melakukan razia/ pemeriksaan terhadap kendaraan R2, R3 dan R6 yang digunakan oleh para pengunjuk rasa yang akan menuju ke titik kumpul Demo yakni di Lapangan Sangkundiman Melonguane.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan beberapa senjata tajam (sajam) berupa 1 bilah Samurai, 1 pasang Panah, 8 bilah Pisau, 7 buah ketapel, 4 buah gunting, 5 botol Bensin, 3 buah Kater, 2 buah pipa besi, 2 buah obeng, 1 tas coklat batu kerikil, 1 tas loreng batu kerikil, 1 butir peluru revolver, 7 buah senjata bintan-bintan, 1 buah mata tombak, 1 buah pisau lempar pakai rantai, 1 buah taring ikan layar, dan 1 karong berisi batu.

Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Marojahan Denny Irawan Situmorang, SIK, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, ada sejumlah Senjata tajam yang dibawa massa pengunjuk rasa yang sudah disita dan diamankan petugas saat melakukan pemeriksaan.

“Operasi atau sweeping tersebut untuk mencegah peredaran senjata tajam dan benda berbahaya yang akan digunakan para pengunjuk rasa saat menyampaikan aspirasinya,”ujar Kapolres

Selain itu, kata Kapolres, bahwa Operasi ini sebagai upaya pencegahan atau upaya preventif, untuk mencegah jangan sampai massa pendemo melakukan aksi anarkis dengan menggunakan senjata tajam (sajam) dan benda berbahaya lainnya.

“Pengamanan juga sebagai bagian dari Operasi Mantap Praja dalam rangka Pilkada, salah satu bagiannya itu,”tandasnya

Tidak hanya itu, delapan (8) orang pengunjuk rasa yang tertangkap tangan membawa senjata tajam turut diamankan petugas dalam operasi tersebut.

“Jadi, mereka diperiksa di Markas Komando Brimob (Mako Brimob). Mereka di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) kemudian membuat Surat pernyataan, tidak di tahan,”kata Situmorang. (tik)