Satgas Bitung Punya Tiga Terobosan Guna Cegah Dan Atasi Perdagangan Ilegal Satwa

Nyiurtimes.com, BITUNG – Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan dan Pengawasan Tumbuhan dan Satwa Liar Kota Bitung yang dibina langsung oleh Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban, SE MSi membuat Tiga terobosan yang menjadi tonggak utama serta menggemakan komitmen Pemda Bitung dalam upaya mencegah Penyelundupan dan Perdagangan Ilegal Satwa Liar di Kota Bitung.

Tiga terobosan tersebut adalah Peluncuran resmi himbauan dan kampanye peningkatan kesadaran kepada masyarakat tindak pidana satwa liar melalui tayangan videotron, yang kedua Pelatihan Bagi Satgas Perlindungan dan Pengawasan Tumbuhan dan Satwa Liar Kota Bitung dalam Penanganan Tindak Pidana Satwa Liar yang Dilindungl dan yang ketiga Penyusunan dokumen rencana tindak lanjut penguatan penegakan hukum satwa liar yang akan dilakukan.

Usai buka pelatihan satgas, Wali Kota Bitung temui media

“Peluncuran himbauan dan kampanye melalui tayangan videotron sendiri sekaligus menandai dibukanya Pelatihan Bagi Satuan Tugas Perlindungan dan Pengawasan Tumbuhan dan Satwa Liar Kota Bitung dalam Penanganan Tindak Pidana Satwa Liar yang Dilindungi,” ujar Lomban dalam pelatihan Satgas yang dikaksanakan di salah satu Hotel yang ada di Kota Manado. Selasa (22/10/2019)

Pelatihan ini menurut Lomban adalah terobosan kedua yang dilakukan oleh Satgas Bitung. Pelatihan yang dimulai pada hari ini sampai dengan tanggal 24 Oktober diikuti oleh 27 peserta.

Diketahui Satgas Bitung secara resmi dibentuk pada tanggal 27 Oktober 2017, melalui Keputusan Walikota Bitung Nomor 188.45/H KM/SK/245/2017 tentang Pembentukan Satuan Tugas Perlindungan dan Pengawasan Tumbuhan dan Satwa Liar di Kota Bitung.

Foto bersama usai pemukulan gong yang menandai dibukanya pelatihan Satgas Bitung

Satgas Bitung merupakan gabungan dari 15 instansi daerah yang bertugas di bidang pengawasan, konservasi serta penegakan hukum, 4 lembaga konservasi, 2 BUMN bidang perhubungan dan terakhir kecamatan se-Kota Bitung.

Wali Kota Bitung juga menyatakan bahwa peluncuran himbauan tersebut dan pelaksanaan pelatihan ini merupakan bentuk nyata komitmen Satgas Bitung untuk melindungi keberlangsungan satwa liar di habitatnya.

“Himbauan ini sangat penting untuk
menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap kekayaan keanekaragaman hayati yang berada disekitarnya. Melalui himbauan pada tayangan tersebut, masyarakat mengetahui bahwa pemerintah daerah melalui Satgas Bitung terus berupaya melakukan gebrakan inovatif untuk menjaga agar jangan sampai terjadi perdagangan ilegal satwa liar, termasuk upaya penyelundupan melalui pelabuhan Peluncuran ini juga menjadi momentum penyelenggaraan pengembangan kapasitas yang pertama kali diikuti oleh seluruh anggota Satgas,” tutur Lomban

Dirinya berharap tayangan himbauan ini dapat mendorong masyarakat untuk melaksanakan kontrol sosial terhadap tíndak pidana satwa liar.

Foto bersama usai pembukaan pelatihan bagi Satgas Bitung

“Peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana satwa liar dapat diwujudkan dengan tidak mengkonsumsi dan memelihara satwa liar dilindungi, menjaga etika ketika berkunjung ke kawasan konservasi, dan turut memberikan data atau informasi tindak pidana satwa liar kepada aparat penegak hukum,” tukasnya

Pelatihan bagi anggota Satgas seperti diketahui bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Satgas Bitung dalam melakukan identifikasi satwa liar yang dilindungi dan mendeteksi tindak pidana satwa liar di wilayah Kota Bitung.

Lebih lanjut lagi dalam kegiatan pelatihan ini anggota Satgas Bitung akan menyusun dokumen rencana tindak lanjut (action plan) penguatan penegakan hukum satwa liar yang akan dilakukan bersama-sama kedepannya.

Action plan adalah terobosan ketiga yang menjadi kerangka kerja sekaligus membantu mendukung kinerja Satgas Bitung kedepannya. (REFLY)