Sah Nahkodai Golkar Sulut, Liando Sebut Tetty Imbangi Olly

GOLKAR Tetty Paruntu

Manado, Nyiurtimes.com – Christiany Eugenia Paruntu (CEP) resmi menakhodai DPD Golkar Sulawesi Utara. Tetty begitu Bupati Minsel ini disapa, dilantik langsung Plt. Ketua Umum Golkar Idrus Marham di Kawasan Megamas Manado, Rabu (29/11/2017).

Banyak harapan dan prediksi anak mantan Rektor Unsrat itu, bakal mampu mengembalikan kejayaan Golkar di masa lalu.

Apalagi CEP satu-satunya perempuan pertama yang memimpin partai sekelas Golkar di Sulut. Ini menandakan posisi Bupati berparas cantik itu, menjadi sejajar dengan elit politik lainnya yakni sebagai pimpinan partai.

Itu sebab dalam sambutannya Pelaksana tugas Ketua Umum Idrus Marham menegaskan tugas penting CEP ialah mengembalikan kejayaan Golkar di tanah Nyiur Melambai.

“Semua kontestasi politik harus dimenangkan. Posisi strategis baik sebagai kepala daerah maupun di legislatif Golkar harus jadi pemenang,” tegas Marham yang disambut riuh tepuk tangan ribuan kader dan simpatisan Golkar yang tumpah ruah di kawasan Megamas.

Politisi yang kerap menggunakan kacamata itu, optimis PG Sulut dipegang Tetty akan menunjukan tanda-tanda baik. Itu sebab ia mengingatkan semua kader di setiap aras untuk bahu membahu, gotong royong melakukan konsolidasi politik. Tanpa ada faksionalitas, hindari fiksi. Sebab kalau Golkar Solid tandanya kemenangan sudah semakin dekat.

“Golkar itu partai besar. Tapi karakter Golkar harus familiar dengan masyarakat. Banyak-banyak membangun relasi dengan warga. Sebab suara golkar adalah suara rakyat,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu mengaku optimis Golkar akan bangkit, jaya dan pasti menang. Kendati begitu, Tetty yang tampil dengan pakaian serba kuning itu mengatakan semangat kebersamaan saling memberi support. Dekat dengan masyarakat menjadi kunci penting kemenangan Golkar.

“Terimakasih pak Idrus sudah melantik secara resmi. Ini adalah sebuah tanda awal yang baik. Kedatangan pak Marham harus kita jawab dengan kemenangan Golkar di Sulut,” tandas Bupati yang energik itu.

Pengamat politik pemerintahan Ferry Liando mengatakan target Tetty itu, menurutnya rasional. Paling tidak ada beberapa catatan yang mendukung targetnya tersebut.

“Pertama Golkar harus berbangga karena telah menetapkan Tetty sebagai ketua di Sulut. Sebab meski hanya sebagai bupati namun ternyata jaringannya menguasai sampai ke tingkat nasional. Komunikasi politik dengan elit-elit politik nasional cukup bagus. Kemampuan yang dimiliki Tetty ini sehingga sangat mudah ia mendapatkan jabatan ketua Golkar di Sulut. Kedua secara struktur kepengurusan Tetty berpotensi menjadikan parpol ini besar. Dalam struktur kepengurusannya berderet nama tokoh-tokoh besar dan berpengaruh di Sulut seperti Marhany Pua, Jabes gaghana, Aryanti Baramuli Putri serta Dolfie Angkow”. Ujarnya

“Ciri-ciri parpol yang berpotensi menjadi beser karena terdapat nama-nama besar dalam kepengurusan,” Tambah Liando.

Lalu yang tidak kalah penting juga adalah, Dosen Fispol Unsrat ini menilai kepemimpinan Tetty merupakan sebuah jawaban atas konflik berkepanjangan dari yang dihadapi Golkar selama ini. Dengan tampilnya Tetty diharapkan Golkar akan lebih solid. Malah ia menganalisis posisi Tetty sebagai Ketua PG Sulut mengimbangi ketokohan Olly Dondokambey sebagai Gubernur.

“Nah salah satu kekuatan parpol, selain mengoleksi tokoh-tokoh besar adalah kepemilikan modal dari elit-elit pengurusnya. Latar belakang Tetty sebagai pengusaha tentu akan menambah kekuatan bagi partai Golkar dan bisa mengimbangi ketokohan Olly”. Tandas Liando.

Sehingga menurutnya hal inilah yang membuat potensi Golkar menyeimbangi kekuatan PDIP bisa saja terjadi pada Pilkada 2018 ataupun pemilu 2019 nanti. Namun demikian target Tetty itu harus diimbangi dengan menjaga marwah partai dengan cara menjaga kader-kadernya agar tidak bermasalah hukum kemudian hari serta menjaga soliditas parpol agar konflik tidak terulang lagi. (*)