Ritual Tumo’tol Membuka Rakernas AMAN Ke V

Mandolang, Nyiurtimes.com – Dengan mengangkat tema ‘Memperkuat Organisasi untuk Memastikan Pemenuhan Hak-Hak Masyarakat Adat Oleh Negara Dalam Mewujudkan Kedaulatan Politik, Kemandirian Ekonomi, dan Kemartabatan Budaya’.

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke V, kamis (14/3). Adapun kegiatan ini dilaksanakan di Komunitas Tombulu Pineleng, Wanua Koha, Minahasa. Tepatnya di Balai Pertemuan GMIM Koha

Nedine Helena Sulu selaku Ketua Panitia dalam Sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi AMAN Sulawesi Utara (Sulut) terlebih khusus Wanua Koha yang merupakan Komunitas Adat Tombulu Pineleng. “Sebuah Kebanggaan tersendiri bagi kami yang melalui KMAN di Tanjung Gusta dan RPB XX di Bogor, yang telah memberikan mandat bagi kami sebagai generasi penerus masyarakat adat untuk menjadi Tuan dan Nyonya rumah pelaksanaan Rakernas AMAN ke V,”Ungkap Nedine.

Dirinya juga mengatakan, Suksesnya Kegiatan ini tentu tidak bisa terlepas dari kerja keras seluruh lapisan Masyarakat Koha Raya yang telah ber-Mapalus. “kegiatan ini juga diawali dengan ritual Tumo’tol, ritual untuk memulai meletakkan fondasi pertama dan juga sebagai penghormatan kepada yang Maha Kuasa selaku Pengada Kehidupan,”terangnya.

Dijelaskan Nedine, Kegiatan ini bertujuan untuk membawa rasa keadilan bagi masyarakat adat di Republik ini. ” Kegiatan ini untuk mengupayakan keadilan dan kesejahteraan bagi 17 juta masyarakat adat anggota AMAN yang tersebar di Nusantara,”paparnya.

Dilanjutkannya, Acara ini Rakernas AMAN ke V ini Dihadiri Oleh 323 peserta. ” kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus Besar (PB) Aman (Sekjen bersama staffnya dan DAMANNAS) , Pengurus wilayah, Pengurus daerah dari region Sumatera, Kalimantan, Jawa, Maluku, Sulawesi, Bali Nusra, dan Papua, Organisasi Sayap. Organisasi Sayap (BPAN, Perempuan AMAN, PPMAN), Badan Otonom, Badan Usaha (CU, KPAM) dengan total jumlah peserta sebanyak 323 orang,” bocornya.

Dirinya berharap melalui kegiatan ini setiap tantangan dan peluang dalam pergerakan kita bersama dengan masyarakat adat. ” semoga pergerakan ini dapat kita terjemahkan dalam program kerja dalam program kerja yang nantinya akan menjadi PR bersama saat kembali ke wilayah masing-masing,”pungkasnya

Diketahui Acara Pembukaan ini, dibuka oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili oleh Kepalan Badan (Kaban) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Meki Onibala.