Resmi Tersangka Pemecah Ombak Likupang Masuk Bui

Resmi Tersangka Pemecah Ombak Likupang
KENA BATUNYA : Tersipu malu dua tersangka korupsi proyek pemecah ombak Likupang Minut, usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Sulut.

MANADO–Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut rupanya tak main-main membongkar kasus proyek pemecah ombak Likupang.

Buktinya, Senin kemarin Kejati menetapkan dua tersangka awal yakni oknum RT yang merupakan kuasa pengguna Anggaran (KPA) dan SHS yang juga sebagai PPK.

Usai ditetapkan sebagai tersangka dua ASN ini tersipu malu. Lalu merengseng keluar, namun memilih bungkam dan tak mau diwawancarai awak media.

Kepala Kejaksaan Tinggi Mangihut Sinaga menegaskan dua tersangak tersebut diduga kuat sebagai aktor yang ikut terlibat dalam proses korupsi anggaran pemecah ombak di Likupang Minut. Sinaga mengendus kerugian negara mencapai Rp8,8 miliar.

“Fakta hukum menunjukan keduanya terbukti bersalah. Apalagi kerugiannya sangat besar dengan angka fantastis Rp 8,8 miliar,” kata Mangihut.

Lalu ketika disinggung apakah bakal masih ada terangka lainnya selain dua tersangka ini? Sinaga masih malu-malu. Tapi juga tak menampik mengenai bertambahnya jumlah tersangka nanti.

“Semuanya masih mungkin, tergantung bagaimana proses pengembangan yang akan dilakukan,” ucapnya.

Diketahui proyek bermasalah dengan jumlah Rp15miliar itu baru dinaikkan status penyidikan pada tahun 2017. Awalnya diendus lalu dilaporkan  LSM Antikorupsi pada tahun 2016, sehingga hanya butuh satu tahun Kejati sudah mampu memperlihatkan taji dalam proses penegakkan hukum.

Sejauh ini sudah ada 15 saksi yang diperiksa dalam kasus ini, dan pada akhir Kejati Sulut sudah menetapkan dua tersangka yakni RT dan SHS. (Mel)