Rendy Rompas Kritisi Penghargaan Bitung Sebagai Kota Sehat

Bitung Sebagai Kota Sehat

Bitung, Nyiurtimes.com – Kota Bitung sukses meraih penghargaan sebagai Kota Sehat Swasti Saba Wistara tahun 2017. Penghargaan ini adalah 4 kali berturut-turut dan tahun ini mendapat peringkat Ke-3 Nasional.

Apresiasi dan ucapan selamat mewarnai kesuksesan Kota Bitung mendapatkan penghargaan tersebut. Tapi ada juga kritikan dari beberapa masyarakat dan aktivis terkait pemberian penghargaan Bitung sebagai Kota Sehat.

Pandangan kritis tersebut disampaikan Aktivis pemuda Kota Bitung, Rendy Rompas. Menurutnya, Predikat Bitung Kota sehat 2017 hanya sebatas administrasi semata.

“Menurut saya predikat Bitung sebagai Kota sehat hanya urusan administrasi. Kondisi dari suatu wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk di huni sehingga masuk dalam predikat Kota Sehat bertolak belakang di kota Bitung. Masih teringat jelas pada awal tahun 2017 2 warga Girian merenggang nyawa disebabkan serangan DBD, bahkan pada bulan Juli terjadi kasus Gizi Buruk pada anak balita Karunia Tobangen sehingga menyebabkan Meninggal dunia”. Ujar Rendy saat dihubungi nyiurtimes.com

Rendy pun memberi beberapa contoh kasus yang dinilainya Bitung belum layak disebut sebagai Kota sehat sembari mempertanyakan mekanisme penilaian pemerintah pusat sehingga menetapkan Bitung menjadi Kota sehat.

“Kejadian ini menurutnya merupakan catatan kritis untuk di pertanyakan kepada pemerintah pusat mengenai mekanisme penilaian apakah hanya dengan verifikasi berkas saja atau melakukan turun lapangan. Lebihnya lagi yang sementara Viral mengenai warga pulau lembeh yang di diagnosa menderita HIV/AIDS dan sudah ditelantarkan oleh keluarga bahkan sakit radang otak yang di derita oleh adik Alvaro Toesang dari keluarga kurang mampu yg terkesan tidak di perhatikan oleh pemerintah karna 1 minggu tanpa sentuhan dinas terkait. Rentetan kejadian ini membuat tanda tanya besar kepada pihak pemerintah kecamatan dan kelurahan yang ada, terlebih kepada Forum Kota Sehat yang kemungkinan sudah di berikan anggaran oleh pemerintah untuk menjalankan program pemerintahan MaMa. Jangan sampai karna instansi tertentu yg tidak menjemput bola membuat Pemerintahan MaMa terkesan hanya mendapatakan penghargaan karna hanya di nilai adminstratifnya sedangkan realitanya berbanding terbalik”. Kata Rendy

Rendy berharap kedepannya Pemerintah harus lebih intens lagi berkoordinasi dengan Forum Kota Sehat. Aktivis Pemuda yang vokal ini juga siap menjadi mitra kritis pemerintah dalam mensukseskan program pemerintahan Maximiliaan Lomban dan Maurits Mantiri.

“Harapan kedepannya baik Pemerintah kecamatan dan Kelurahan lebih intens lagi berkolaborasi dengan forum kota sehat untuk lebih proaktif lagi turun lapangan dalam mengsukseskan program-program kesehatan Pemerintahan MaMa. Saya Siap menjadi mitra kritis dalam mendukung setiap program MaMa di Kota Bitung”. Tutupnya. (**)