RAM UNIMA: Diluar UKT adalah Pungli

Tondano, Nyiurtimes.com – Maraknya Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi dihampir semua instansi pemerintah membuat Presiden Joko Widodo membentuk Tim Sapu Bersih Perguruan Tinggi (Saber Pungli). Bahkan Jokowi menginstruksikan untuk membentuk Saber Pungli disetiap instansi pemerintahan diseluruh Indonesia.

Rumah Aspirasi Mahasiswa (RAM) Unima yang merupakan wadah untuk menampung semua aspirasi mahasiswa Unima. RAM Unima lewat Ketua Jeremia Pantow menyatakan bahwa Uang Kuliah Tunggal (UKT) merupakan pembayaran satu pintu mahasiswa dari Uang masuk kuliah, SPP sampai Kuliah Kerja Nyata, diluar dari UKT adalah Pungli.

“Mahasiswa diwajibkan untuk membayar UKT yang angkanya sampai 2 jutaan setiap semester dengan syarat semua kebutuhan akademik sudah disatukan semuanya menjadi UKT” ucap Pantow.

Jeremia menambahkan bahwa ada beberapa kasus yang ditemukan lewat laporan mahasiswa dibeberapa lembaga dan jurusan yang mengambil pungutan pada mahasiswa, ini sangat bertentangan dengan UKT yang ada di Unima.

RAM Unima lewat ketua Jeremia Pantow menghimbau untuk setiap jurusan dan lembaga untuk berhati-hati dengan Pungutan Liar (Pungli) bahkan menghentikan semua pungutan.

Jika disetiap lembaga dan jurusan membutuhkan anggaran lebih dijurusan dan lembaganya maka diajukan ke pihak Rektorat agar dapat dipertimbangkan untuk menaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa disetiap Program Studi dan Jurusan.

Harapan RAM Unima adalah Kampus yang berada di Tondano ini, bebas dari Pungutan Liar agar mahasiswa tidak dibebankan lebih dan pendidikan dapat berjalan dengan baik di Unima. (**)