PSI Sulut Bentuk Tim Pansel Independen Rekrutmen Caleg

Manado, Nyiurtimes.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuka gelombang kedua rekrutmen bakal calon legislatif (caleg) untuk Pemilu 2019. PSI melakukan metode uji kompetensi dengan wawancara terbuka yang melibatkan para anggota Panitia Seleksi (Pansel) dari tokoh-tokoh independen.

DPW PSI Sulawesi Utara juga telah resmi membuka rekrutmen bakal calon legislatif dan menghadirkan Tim Panitia Seleksi Independen, diantaranya Dr. Johny Lengkong (Akademisi FISPOL Unsrat), Pdt. Ruth Wangkai (Tokoh Perempuan), Sofyan Josadi (Tokoh Keragaman) dan Irfan Basri (Tokoh Pemuda).

Ketua DPW PSI Sulawesi Utara Melky Pangemanan mengatakan bahwa PSI ingin menawarkan metode transparansi kepada publik dalam perekrutan caleg dan melibatkan Tim Pansel Independen.

“Kami ingin mengedepankan transparansi kepada publik dalam merekrut caleg. Publik dapat menilai sendiri para caleg tersebut. PSI pun melibatkan tim juri atau panitia seleksi yang independen untuk menilai para caleg dan tentunya menghadirkan caleg-caleg yang berkualitas, berintegritas, anti korupsi dan anti intoleransi”, kata Melky.

Melky pun menegaskan bahwa proses rekrutmen PSI tidak dipungut biaya alias tanpa mahar politik. Hal ini menurutnya untuk memastikan caleg yang terpilih nanti bersih, berintegritas dan memiliki kompetensi.

“Proses rekrutmen kami sangat transparan dan tidak dipungut biaya alias tanpa adanya mahar politik. Kami ingin memastikan bahwa caleg dari PSI yang nantinya terpilih benar-benar bersih, memiliki integritas dan kompetensi”, ujarnya.

Sekretaris DPW PSI Sulawesi Utara Nurjannah Sandiah menambahkan bahwa formulir dan mekanisme pendaftaran bisa diunduh disitus www.psi.id atau mengambil formulir di Kantor DPW PSI Sulawesi Utara dan bisa langsung mendaftar sebagai caleg.

Menurutnya juga bahwa, selain diuji oleh tim pansel, PSI juga bakal menampung saran dan kritik dari publik terhadap para kandidat yang mendaftar atau yang nanti dinyatakan lolos dari hasil penilaian tim panitia seleksi.

“PSI akan menerima saran dan kritik dari publik bagi para bacaleg yang mendaftar atau yang nantinya dinyatalan lolos oleh tim panitia seleksi independen. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan mengawasi proses rekrutmen dari PSI”, tutupnya. (**)