Proyek Jalan Toyopon ‘Asal Jadi’

Amurang,Nyiurtimes.com— Proyek pembangunan jalan penghubung Desa Lalumpe-Kroit-Toyopon ‘asal jadi’. Berdasarkan pantauan, hingga Senin (8/1), sejumlah titik sepanjang jalan tersebut sudah rusak. Paling parah antara Desa Kroit dan Toyopon, ada sekira 25 meter yang tidak bisa dilalui kendaraan. Kerusakan diduga buruknya kualitas hotmix yang dikerjakan kontraktor.

Max Mokalu, masyarakat Desa Toyopon menyayangkan buruknya pekerjaan proyek tersebut. Ia meminta pihak kontraktor untuk bertanggungjawab. Karena sampai saat ini, belum ada perbaikan atau pemeliharaan. “Akibat kerusakan itu, ruas jalan tersebut rawan kecelakaan,” ujarnya.

Wakil Ketua Garda Tipikor Sulut Sonny Venty Najoan SH, mendesak instansi terkait dalam hal ini Kejaksaan Negeri Amurang atau Kejaksaan Tinggi Sulut, melakukan penyelidikan terkait proyek pekerjaan jalan yang berbandrol puluhan miliar tersebut. “Memang pekerjaan proyek tersebut ada indikasi tidak sesuai bestek. Buktinya, proyek ini baru dikerjakan tahun 2016. Dan belum lewat setahun masa pemeliharaan, jalan sudah rusak parah,” bebernya.

Ditambahkan Najoan, jalan hotmix harusnya waktu pemanfaatan paling cepat lima tahun. Tapi kenyataannya lain. “Untuk membuktikan adanya penyimpangan atau pekerjaan sudah sesuai bestek, harus dibuktikan melalui penyelidikan dan penyidikan instansi penegak hukum,” tukasnya.

Sementara, Kadis Pekerjaan Umum Ruddy Tumiwa saat dikonfirmasi mengatakan akan mengecek langsung kondisi di lapangan.

“Kalu benar maka akan kita tindaklanjuti kepada kontraktor. Karena sepertinya masih dalam waktu pemeliharaan. Itu sebab masih tanggung jawab mereka,” jawab Tumiwa. (*)