Petani Mengeluh, Harga Kopra Tak Kunjung Naik

- Iklan -
Iklan Bank Sulutgo 1

 

TALAUD– Nasib petani kopra di Kabupaten Kepulauan Talaud memprihatinkan.  Harga kopra yang dulunya dijual  Rp9.800, kini hanya dipasarkan seharga Rp4300 ribu perkilogram. Anjlok. Petani mengeluh karena harga kopra tak kunjung naik.

Lebih memprihatinkan, meski harga kopra turun dari biasanya, upah pekerja tetap.” Turunnya harga kopra sangat berdampak kepada ekonomi petani. Harga sangat berpengaruh pada hasil panen. Bayar pekerja mahal. Pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukan. Hingga kini, harga kopra tak kunjung naik lagi.” ujar Toni Pulu Petani Kopra asal Kecamatan Melonguane Timur.

Dengan persoalan yang melilit petani kopra saat ini, peran Pemerintah Kabupaten sangat dibutuhkan menjawab kegelisahan masyarakat petani. Ketua Komisi II DPRD Talaud Didimus Parapaga meminta pemerintah turun tangan dengan persoalan yang dihadapi petani saat ini.” Tidak hanya kopra. Harga komoditas lainnya juga menjadi perhatian. Jadi memang dengan situasi harga ini, masyarakat menderita. Kopra, pala dan hasil perkebunan dan pertanian lainnya menjadi sumber pendapatan masyarakat Talaud. Harga saat ini tidak sepadan lagi dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Diharapkan bagi pemerintah kabupaten dan provinsi bisa mencari solusi, jalan keluarnya. Pemerintah daerah bisa turut melobi pengusaha-pengusaha diluar sulawesi,” katanya.

Kelapa memang telah menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Talaud. Petani kopra di Talaud cukup banyak. Kelapa menjadi salah satu lahan pencaharian warga yang sangat membantu pertumbuhan ekonomi keluarga. Terkait harga kopra tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Habel Salombe menegaskan bahwa pemerintah kabupaten telah berupaya mencari solusi. ” Harga tergantung permintaan pasar. Untuk harga jual kopra saat ini itu sesuai permintaan pasar Bitung. Kalau diluar Sulawesi, di Pulau Jawa, kopra dikisaran Rp7.500 ribu,” jelasnya. (Tika)