Pengamat Politik Dr Ferry Liando : Tiga Kepentingan Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Pengamat Politik Dr. Ferry Daud Liando (Tengah)

MANADO, Nyiurtimes.com – Pada 2020 nanti akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak di beberapa daerah Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia.

Dr. Ferry Daud Liando, selaku Pengamat Politik dan Peneliti Kepemiluan mengatakan perlu adanya dorongan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pilkada nanti.

Pada saat menghadiri kegiatan Koordinasi Stakeholder yang di gelar oleh KPU Sulawesi Utara dengan takjub “Peningkatan Partisipasi Masyarakat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara 2020” di hotel Aston Manado pada, Kamis (5/12/2019/), Liando mengatakan ada tiga kepentingan mengapa perlu mendorong partisipasi masyarakat pada Pilkada.

Menurutnya yang pertama yaitu kepentingan Undang-Undang (UU). UU pemilu hanya menempatkan masyarakat sebagi subjek pilkada, namun seharusnya menjadi bagian penting untuk turut serta dalam tahapan pemilihan.

“Artinya masyarakat tidak sekedar sebagai pemilih saja, tetapi menjadi bagian penting dalam tahapan Pilkada. Mulai dari perencanaan, penyusunan produk hukum seperti PKPU atau Juknis, penyusunan daftar pemilih, pengawasn pembentukan adhoc, dan lain-lain,” Ucapnya saat diwawancarai disela-sela kegiatan.

Kemudian yang kedua adalah kepentingan negara yakni sesuai dengan Cita-cita Negara menuju masyarakat adil dan makmur, maka dibutuhkan pemimpin yang bermoral dan berkompeten.

“Untuk mengusahakan cita-cita itu Negara membutuhkan pemimpin-pemimpin yang kompeten dan bermoral,” ujarnya.

Menurutnya untuk mendapatkan Kriteria pemimpin seperti itu, negara membutuhkan peran masyarakat yang diharapkan mampu menjadi pemilih yang cerdas.

“Tidak memilih karena sogok, tidak karena kesamaan aliran, tidak karena teritimidasi dan lain-lain. Kita tidak bisa berharap partisipasi tinggi, jika faktor memilih karena hal seperti itu,” harap pengamat politik itu.

Dan kepentingan yang ketiga adalah Kepentingan Penyelenggara, karena menurut Liando salah satu indikator keberhasilan penyelenggara adalah mendorong tingkat Partisipasi pemilih.

“Semakin tinggi pengguna hak pilih, maka KPUD akan dianggap berprestasi. Ada award khusus bagi KPUD yang tingkat Partispasi pemilih paling tinggi,” katanya.

Untuk mendorong Partispasi pemilih, menurut Liando dapat dilakukan dengan beberapa hal yakni yang pertama penyelenggara harus dapat dipercaya.

“Semakin tinggi tingkat kepercayaan pemilih terhadap penyelenggara maka partispasi masyarakat akan terdorong,” jelasnya.

Menurut Liando hal kedua adalah dengan membangun kerja sama dengan tokoh agama.

“Menjadi pemilih yang baik perlu di singgung ketika berhadapan dengan jemaat atau umat beragama. Dengan menjelaskan akibat jika masyarakat menerima sogok ketika memilih, jika saling berbohong (Hoax) dan lain-lain,” tutur Liando.

Kemudian hal yang ketiga menurut Liando, diperlukan adanya strategi-strategi yang inovatif untuk menyakinkan pemilih sehingga bisa meningkatkan tingkat partisipasi pemilih.

“Startegi sosialisasi perlu inovatif, tak sekedar normatif. Serta meyakinkan pemilihan bahwa Pilkada semata-mata untuk kepentingan rakyat,” tutupnya.(Neshia)