Pelantikan Anggota DPRD Sulut, MJP Satu-satunya Gunakan Pin Kuningan

Nyiurtimes.com, SULUT – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Masa Jabatan 2019-2024 baru saja diambil sumpah janji (lantik, red). Senin (09/08/2019)

Ada yang menarik dalam pelantikan yang dilaksanakan di gedung DPRD Provinsi Sulut ini, dimana Melky Jakhin Pangemanan (MJP) menjadi satu-satunya wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulut yang tidak menggunakan pin berbahan dasar emas.

Pemandangan berbeda tersebut terjadi saat penyamatan lencana anggota DPRD yang baru. Ketika dimintai tanggapannya, MJP membenarkan bahwa yang dia gunakan bukan pin emas tetapi pin berbahan dasar kuningan.

“Saya tidak pakai yang disiapkan setwan. Saya beli sendiri dengan harga murah 75 ribu saja dengan bahan kuningan. Kan yang disiapkan setwan pin emas. Kalau tidak salah anggaran untuk pin 450 juta. Cobalah di cek. Makanya diluar sana akademisi dan masyarakat juga protes. Saya pilih yang 75 ribu saja,” ujar Melky kepada sejumlah media usai pelantikan

MJP saat menunjukkan Pin yang digunakan

Menurut MJP, identitas anggota dewan pin atau lencana tidak mempengaruhi kinerja seorang anggota dewan dalam menjalankan tugasnya.

“Sama sekali tidak ada korelasi dengan peningkatan kinerja seorang anggota dewan. Banyak hal yang seharusnya menjadi prioritas DPRD untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat kita,” tandasnya

Diketahui anggaran pelantikan anggota DPRD Provinsi Sulawesi utara Masa Jabatan 2019-2024 terbilang cukup fantastis, dimana sebesar Rp 1 miliar lebih. Anggaran tersebut sudah tertata dalam APBD tahun 2019.

Sekretariat DPRD Sulawesi Utara menganggarkan Rp 280 juta untuk makan dan minum, biaya tenda dan sebagainya.

Sementara untuk anggaran Pakaian Sipil Lengkap (PSL) dan pengadaan lencana/pin berbahan dasar emas bagi para anggota Dewan dianggarkan sebesar Rp 765 juta.

Kepala Bagian Persidangan DPRD Sulawesi Utara Ronny Geruh mengungkapkan anggaran Rp 280 juta tersebut sudah mencakup beberapa komponen.

“Rp 280 juta itu sudah mencakup beberapa komponen sudah termasuk makan dan minum, honor, alat tulis kantor, sewa tenda, kursi dan sebagainya sudah masuk di anggaran tersebut,” ujar Ronny ke sejumlah media, Kamis (05/09/2019).

Sementara itu Kabag Umum Jackson Ruaw mengatakan bahwa anggaran PSL dan lencana sudah sesuai aturan.

“Perinciannya, untuk anggaran PSL per orangnya adalah Rp 7 juta dikali 45 anggota, jadi total Rp 315 juta. Dan untuk emblem atau pin anggota dewan perbuahnya sebesar Rp 10 juta dikalikan 45 anggota total Rp. 450 juta,” ujar Jackson