Peduli Bencana Palu KT Minsel Buka Posko Bantuan

Nyiur Times.com–Empati terkecil lebih berarti dari simpati terbesar. Itu kutisan ajakan Ketua Karang Taruna Minahasa Selatan Frangky Pasla dalam menunjukkan rasa kesetiakawanan sosial. Bagi segenap warga korban Tsunami di Palu dan Donggala. Olehnya kata Pasla pihaknya sudah menginisiasi posko  penyaluran bantuan bencana.

Dia menuturkan bahwa langkah awal yang diambil yaitu membuka Posko Penyaluran Bantuan Bencana Alam oleh Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan di Sekretariat Karang Taruna Kabupaten Minahasa Selatan (kompleks Kantor Bupati), berkordinasi dengan instansi terkait yaitu Dinas Sosial dan BPBD Kab. Minahasa Selatan untuk mengakses langsung teknis penyaluran bantuan bencana lewat contact person yang telah dimiliki Pengurus Karang Taruna Minahasa Selatan yaitu BPBD Kab. Donggala. Bpk. Akris (Kalak) Via Tlp (0812-8803-5909) & BPBD Kota Palu. Bpk. Gayus (Pusdalops) Via Tlp (0821-1644-2362) & BPBd Kab. Parigi Moutong Bpk. Arifin Ahmad (Kalak) Via Tlp (0852-8495-1234).

Franki Pasla juga menghimbau kepada  seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan kiranya bersama kita bergandengan tangan demi mewujudkan kepedulian kita terhadap saudara sekandung Negeri yang dilandah bencana dan menyingsihkan segala perbedaan yang ada, karena tak ada satu pun kita yang menginginkan hal tersebut menimpah kita. Bagi yang ingin menyalurkan bantuan bencana secara fisik bisa dibawah langsung ke Sekretariat Karang Taruna, dan apabila berkerelaan menyalurkan bantuan lewat dana bisa langsung ditransfer ke rekening Karang Taruna Minsel (012.02.02.001820-1) via Bank Sulut.

Sampai berita ini diturunkan, informasi yang dirangkum sudah ada ± 80 orang korban jiwa di lokasi bencana dan bangunan fisik berupa fasilitas publik yang porak porandah dihantam bencana tsunami dan gempa bumi. Hastag (#PrayforPaluDonggala) pun mewarnai sosial media sebagai bagian dukungan moril netizen bagi korban bencana di Kota Palu dan Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Semoga saja situasi ini cepat berangsung pulih dan semangat kesetiakawanan sosial menjadi pemersatu warga negara untuk bersumbangsih memulihkan keadaan pasca bencana, imbuhnya. (*)