Pandang Enteng, Deprov Bakal Panggil Paksa Tim Apraisal Soal Progres Tol Manado-Bitung Baru 37,6 Persen

MANADO,Nyiurtimes.com— Kelakuan tim apresial pembebasan lahan proyek tol Manado-Bitung dan Ring road III beking ngelus dada legislator Sulut.

Om-om Deprov itu murka dan mengancam akan panggil paksa, guna memberi penjelasan kendala lapangan. Pasalnya proyek multi years itu, rupanya masih terganjal pembebasan lahan.

Ini semata-mata untuk memenuhi target penuntasan badan jalan (konstruksi) harus selesai 2018, supaya 2019 sudah bisa digunakan.

Emosi para legislator itu tumpah saat rapat bersama Balai Jalan Nasional Dinas Pekerjaan Umum Sulut, dan Balai Pertanahan Nasional (BPN) yang mestinya melibatkan tim appresial namun absen tanpa alasan jelas, Rabu (8/11) kemarin.

Padahal instansi tersebut yang tahu persis untuk proses penentuan harga tanah.

“Jangan main-main. Apapun alasannya harus dihadirkan. Kalau tidak kita akan panggil paksa untuk hadir di sini,” tegas Wakil Ketua Deprov Stefanus Vreeke Runtu.

Menurutnya sebagai tim yang memiliki tugas dan tanggungjawab proses pembebasan lahan, tim apresial harus hadir untuk memberikan penjelasan detil secara terbuka.

Jangan menunjukan sikap pandang enteng dan mempermainkan lembaga politik. Akibatnya kami yang kena sorotan publik. Apalagi para pemilik lahan.

Dikira sebagai wakil rakyat tak becus memperjuangkan hak-hak mereka.

“Bayangkan sudah pernah dilakukan perjanjian untuk sama-sama ke kemetrian di Jakarta. Tapi lagi-lagi mereka tak mau datang,” geram SVR.

Sementara itu, wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Hi Amir Liputo SH, MH mengatakan, berdasarkan hasil hearing antara pihak BPJN, Dinas PU, PPK, dan BPN, terungkap bahwa untuk penyelesaian jalan tol Manado-Bitung  progressnya baru mencapai 37,06 persen untuk pembebasan lahan.

“Maka, diharapkan Desember 2017 dari kilometer 1-25,5 itu sudah 100 persen tuntas. Artinya seluruh ruas jalan tol 1-25 sudah bisa selesai pembebasan lahan dan akan dilanjutkan dengan fisik,” bebernya.

Politisi Partai PKS ini pula mengatakan, untuk kilometer 25,5-30 diharapkan 70 persen selesai di 2017. Sehingga untuk 2018 sisanya dan di akhir 2018 seluruh jalan tol Manado-Bitung dari kilometer 0-39 sudah selesai pembebasan lahan dan tentunya dilanjutkan dengan pengerjaan fisik.

Nah khusus untuk Ring road III dikatakan Liputo, akan dipacu pembebasan lahan dengan dana 101 miliar untuk dari kilometer 11 menuju kilometer 6.

“Jadi, ada sekitar 4 atau 5 kilometer yang akan dibebaskan. Sementara sisanya di 2018 dan semua sudah kita siapkan anggaran kurang lebih di 2017, Rp 101 miliar dan di 2018 Rp 120 miliar ” tandasnya. (ell)