- Iklan -Iklan KPU 2020

MINSEL, Nyiurtimes.com – Politisi senior Demokrat Jhon Sumual memastikan langkahnya maju di arena pilkada Minsel 23 September mendatang. Keseriusan JOS begitu ia kerap disapa dibuktikan dengan mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon Bupati di partai besutan SBY Sabtu (8/2) sore tadi.

Sumual yang datang dikawal sejumlah simpatisan ke Sekretariat Demokrat yang terletak di areal petokoan 54 Amurang itu, disambut langsung ketua pansel DPC Demokrat Minsel Andris Rumondor dan sejumlah fungsionaris partai Demokrat.

IklanSalam Kiss

Setibanya di sana JOS diarahkan untuk lebih dulu mengisi sejumlah formulir dokumen pendaftaran. Setelah itu baru diberi kesempatan memaparkan secara umum visi misinya menawarkan diri senagai calon Bupati dari Partai Demokrat.

Dalam kesempatan itu, Dia menegaskan kesiapan dirinya untuk bertarung merebut tanggung jawab ‘sakral’ sebagai calon Bupati.

“Kalau direstui partai Demokrat saya akan konsolidasikan semua jaringan komunikasi politik dengan partai lain. Karena memang harus koalisi,” tegas Sumual.

Mantan Ketua DPC Demokrat Minsel itu, mengaku pintu komunikasi politik sevaea pribadi konsisten dilakukan dengan sejumlah parpol.

“Nasdem, Golkar dan PDIP juga intens saya berkomunikasi. Prinsipnya saya siap dan sungguh-sungguh. Kalau toh ujung-ujung komunikasi politik koalisi harus papan dua. Ya saya siap,” tandasnya lagi meyakinkan keseriusannya untuk maju dalam kontestasi pilkada.

Di sisi lain Ia pun tak lupa menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Minsel semakin baik, maju dan berkembang.

“Pertanian, dan potensi kelautan kita akan jadi leading sektor. Keperpihakan pada petani dan nelayan serta masyarakat kecil akan jadi prioritas,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua pansel penjaringan bakal calon DPC Demokrat Andris Rumondor mengaku pihaknya membuka pintu komunikasi politik selebar-lebarnya dengan partai-partai lain.

“Kita terbuka. Apalagi Demokrat cuma punya tiga kursi. Makanya harus koalisi,” ujar Rumondor.

Ketika disinggung apakah Demokrat akan membentuk poros tengah atau memilih bergabung dengan partai papan atas seperti Golkar dan PDIP? Rumondor masih malu-malu.

“Ah nantilah kan komunikasi masih jalan. Poros tengah mungkian tidaklah,” jawabnya diplomatis. (*)