Operasi Patuh Samrat 2019, Karyawan Swasta Dan ASN Dominasi Pelanggaran

Kasat Lantas Polres Bitung - AKP. Magdalena Anita Sitinjak, SIK

Nyiurtimes.com, BITUNG – Pelanggar lalu lintas selama Operasi Patuh Samrat tahun 2019 yang dilakukan Sat Lantas Polres Bitung didominasi oleh Karyawan Swasta dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Rabu (11/09/2019)

Hal ini diutarakan Kasat Lantas Polres Bitung, AKP. Magdalena Anita Sitinjak, SIK. “Yang paling banyak kami temukan di lapangan adalah Karyawan Swasta. Selain itu juga ada Pegawai Negeri (ASN, red),” ujar AKP. Magdalena usai mengikuti rapat terkait berakhirnya Operasi Patuh Samrat tahun 2019 di Polres Bitung.

Selain itu, tren usia pelanggar lalu lintas menurutnya adalah 30 tahun keatas. “Untuk usia paling sering lakukan pelanggaran adalah 30 sampai 60 tahun,” katanya

Baca Juga :

Ribuan Kendaraan di Kota Bitung Terjaring Operasi Patuh Samrat 2019

Selain itu dikatakan AKP. Magdalena bahwa pihaknya sampai saat ini, selama operasi berlangsung tidak ada lakalantas. Dengan selesainya Operasi Patuh Samrat 2019 ini, AKP. Magdalena Sitinjak pun memiliki harapan besar bagi setiap pengguna kendaraan di Kota Bitung.

“Harapan kedepannya untuk masyarakat kota Bitung, jadilah masyarakat yang pintar yang selalu berkeselamatan untuk kebutuhan diri sendiri dan keluarga. Karena apa ? Karena kami melakukan penindakan itu bukan hanya untuk menilang memberikan efek jerah, tetapi untuk keselamatan masyarakat kota Bitung,” tukasnya

Dirinya juga menyampaikan bahwa apabila pihaknya melaksanakan penilangan atau razia, jangan dianggap kami tidak sayang kepada masyarakat. “Malah sebaliknya, pengabdian saya adalah memberitahukan dan mengedukasi kepada masyarakat bahwa pelanggaran itu adalah awal mula dari timbulnya kecelakaan,” tuturnya

“Jadi diharapkan kepada seluruh masyarakat di Bitung khususnya dan seluruh Indonesia untuk tertib berlalu lintas dan utamakan keselamatan sebagai kebutuhan,” tutup Kasat Lantas Polres Bitung ini. (REFLY)