Oma Martha : Tak Ada Maaf Bagimu Sofian

Amurang,Nyiurtimes.com–Kisah cinta Oma Martha Karepu dan Sofian Loho berahir pilu. Dua pasutri yang sempat menjadi buah bibir banyak kalangan dan viral di berbagai media, akhirnya tak lagi bersama.

Tak semanis perjumpaan awal dan indah mengikrar janji suci hidup mati. Sofian memilih pergi meninggalkan Oma Martha tanpa kabar. Malah tak lagi pulang sudah sejak 3 bulan belakangan. Pengakuan ini tumpah saat Oma Martha ditemui awak media di Polres Minsel, Kamis kemarin. Tengah melaporkan suaminya yang tega meninggalkan saat usia pernikahan mereka baru memasuki usia tanaman.

Bekas-bekas penyesalan terlihat begitu nampak di wajah wanita berusia 82 tahun itu. Malah dengan nadah suara yang sedikit gemetar ia mengatakan begitu terpukul dan sangat sakit hati dengan kejadian semacam ini.

“Walaupun nanti dia (Sofian, red) datang minta maaf saya tak lagi memberi maaf baginya. Apalagi semua barang-barangnya sudah dibawah pergi tak ada satupun yang tersisa,” aku Oma Martha.

Kekecewaannya semakin kuat lantaran kenangan foto-foto pernikahan mereka tak lagi terpampan di rumah.

“Itu sisa 1 foto yang ukurannya 10 R. Sementara yang lain semua sudah tiada,” katanya.

Saking begitu kecewa ia memilih mempolisikan mantan suaminya itu. Langkah itu menurutnya untuk memberi efek jerah baginya.

Ketika disinggung apakah kepuasan hubungan suami istri jadi pemicu Sofian meninggalkannya? Oma Martha berkata untuk hubungan suami istri sesudah nikah sangat lancar.

“Bahkan seminggu bisa sampai 5 kali,” ujarnya sambil tersenyum. Malah ia menyebut mereka berdua benar-benar saling memuaskan.

“Sama-sama enak, kadang Sofian lebih dulu keluar,” katanya. Sambil menegaskan sebagai istri, sudah pasti bisa melayani suami.

Sementara itu, Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana membenarkan laporan Oma Martha terhadap suaminya.

“Iya, oma Martha siang tadi mendatangi Unit PPA untuk melaporkan suaminya Sofian Loho karena telah menelantarkannya,” ucap Kapolres

Dia menambahkan, kasusnya sementara diperoses. Korban telah di periksa. ”Kasus ini masuk dalam pasal 49 huruf A Undang-undang 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman 3 tahun penjara,” tukasnya (dou)