Ahaaww! Mimpi Legislator Buyar, tak Satupun Usulan  Masuk APBD 2018

AMURANG,Nyiurtimes.com–Kekuatiran legislator Minsel, angaran reses (Dana aspirasi) tak masuk dalam postur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 praktis jadi kenyataan. Bak mimpi buruk, lagi Om dan tante Dekab itu bakal menelan pil pahit.

Tak bisa berbuat banyak dan nyaris meradang. Pasalnya harapan mendapat anggaran aspirasi (reses) pada APBD tahun 2018, ternyata hal itu jadi buyar. Malah hampir semua aspirasi para wakil rakyat itu, nyaris tak diakomodir pemkab. Kekesalan personel DPRD itu tumpah pada penetapan ranperda APBD, Kamis lalu. Seperti yang diungkapkan Ketua DPRD Minsel Jeany J Tumbuan.

“Terus terang saja sebagai pimpinan kami kecewa. Apa yang kami usulkan ternyata tak diindahkan pemerintah,” ungkap Tumbuan Apalagi menurutnya banyak agenda publik yang diusulkan legislator tak mendapat jawaban positif.

“Jangankan permintaan anggota DPRD. Bayangkan kami sebagai pimpinan sudah melakukan komunikasi saja tetap tak masuk. Tapi sudahlah,” tandas Ketua DPRD yang langsung disambut aplaus para wakil rakyat yang hadir pada paripurna malam itu. Hal itu juga diakui Wakil Ketua Frangky Lelengboto saat dihubungi semalam.

“Padahal kami berharap minimal 1 persen saja dari apa yang kami usulkan itu bisa diakomodir. Apalagi yang kami sampaikan itu murni aspirasi masyarakat yang kami temui saat reses,” aku Frato begitu ia disapa.

Sebelumnya sejumlah legislator pun ikut curhat mengenai hal tersebut. Ada yang mengatakan selama ini, anggaran reses tak pernah dialokasian di APBD. Itu sebab dalam melakukan reses mereka harus menyisihkan uang sendiri.

“Kalau saya tiga kali reses ini pake duit pribadi. Padahal kalau mau jujur mestinya itu dianggarkan,” kata salah satu personel Dekab yang meminta namanya dirahasiakan. Kenyataan semacam ini, bagi para wakil rakyat bakal menimbulkan citra kurang bagus di mata konstituennya. Artinya absennya anggaran reses di dari alokasi APBD 2018 berdampak pada kinerja legislator. “Lah toh kalau tak ada anggaran kami tak akan lakukan reses. Nanti saja konstituen langsung membawa aspirasi ke pemkab tak usah ke kami,” kesal sejumlah anggota dewan.

Diketahui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Minahasa Selatan mencapai Rp1,1 triliun lebih. Yang sumbernya terdapat dari DAK, DAU, PAD dan sumber-sumber lainnya. (*)