Mie Mengandung Boraks Ancam Sulut, Ini Kata Wakil Rakyat Kita

Manado,Nyiurtimes.com- Penemuan Mie mengandung boraks di dua pasar tradisional yang ditemukan BPOM Manado belum lama ini, membuat resah masyarakat. Meski begitu kabar, sedap dari perwakilam rakyat di gedung cengkeh tak pula terdengar.

Signal ketegasan dari DPRD Sulut masih belum ditemukan. Pasalnya, kepada awak media Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw hanya mengimbau masyarakat untuk dapat lebih waspada.

“Mengimbau kepada masyarakat untuk waspada. Dan aparat untuk menindak lanjuti hal tersebut sesuai hukum yang berlaku,” ujar Angouw, selasa (06/02/2018).

Disisi lain, Komisi II sendiri yang membidangi permasalahan ini, direncanakan akan menjadwalkan agenda pertemuan untuk mencari solusi.

“Karena ini bidang komisi dua menyesuaikan dengan jadwal akan bersama-sama mencari jalan keluar untuk mencegah dan menyeriusi masalah ini,” ujar Ketua Komisi II DPRD Sulut, Priscilla Cindy Wurangian.

Politisi Golkar ini juga mengatakan siapa yang menjadi juru kunci dalam permasalahan ini harus ditindaki.

“Siapa yang menjadi otak (produksi) harus mendapat hukuman. Saya mengimbau dinas terkait untuk melakukan penelusuran dan malaporkan ke pihak berwajib oknum-oknum tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Komisi I DPRD Sulut yang bermitra drngan kepolisian memberikan warning kepada aparat hukum untuk menindaklanjuti temuan ini.

“Saya baru mendengar informasi dari teman-teman wartawan. Saya berharap ini bisa ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian, jangan menunggu-nunggu. Harus segera diungkap,” kata Ketua Komisi I Ferdinand Mewengkang.

Temuan mie mengadung boraks, menurut Mewengkang bisa menjadi pintu untuk temuan-temuan lainnya.

“Saya yakin boraks bukan hanya saja di Mie dan Bakso tapi di makanan-makanan lain, jadi jika tidak ditindaklanjuti segera maka akan berakibat fatal,” ungkapnya.

Sehingga, legislatot Sulut ini mengungkapkan temuan ini harus ditelusuri dan diungkap kebenarannya.

“Jadi sekali lagi, harus diungkap, dikaji dan diteliti kenapa seperti itu, karena dulu juga pernah ada kasus formalin di ikan-ikan, padahal formalin untuk jenazah,” tambahnya. (Arman)