Menteri Siti Nurbaya Selamatkan Jokowi di Mata Masyarakat Adat

TONDANO, Nyiurtimes.com – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menilai, pekerjaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih sangat jauh dari komitmen bersama. Gerak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, jadi penentu citra presiden di mata masyarakat adat nanti.

Program Nawacita yang di dalamnya terkandung kesepakatan terkait nasib masyarakat adat di Tanah Air, dinilai belum memuaskan. Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat dan pengembalian hutan yang belum tuntas sampai saat ini, jadi pertimbangan.

“Kinerja Jokowi masih sangat jauh. Penuntasan RUU masyarakat dan pengembalian tanah adat, masih sangat jauh sekali dari yang kita harapkan,” kata Sekretaris Jendral AMAN, Rukka Sombolinggi, saat diwawancarai sejumlah wartawan, Sabtu (17/3), di suasana perayaan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara ke-19 dan Hari Ulang Tahun AMAN.

Selama ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan pemerintah dipandang masih sangat berpihak kepada pemilik modal. Sementara hak masyarakat adat kurang sekali diperhatikan. Apalagi perampasan-perampasan tanah adat masih sering terjadi. “Kalau tanah lain kami bisa toleransi tapi kalau tanah adat kami tidak bisa berikan,” tegas Rukka.
Sebagai menteri di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, Siti punya tanggung jawab mengangkat nama baik Presiden Jokowi di mata AMAN.

Hal itu karena dirinya memiliki kewenangan salah satunya untuk mendorong pengembalian tanah adat.
“Yang menyelamatkan Jokowi di mata masyarakat adat tergantung Ibu Menteri (Siti Nurbaya),” kuncinya.