Menelusuri Jejak Luhur Tonsea Mula – Mula

Airmadidi Nyiurtimes.com – Tak henti- hentinya sosialisasi dan perjuangan para Pemerhati Budaya di tanah Minahasa untuk mencari jati dirinya. Seiring zaman globalisasi adat istiadat dan tradisi yang di bangun dari leluhur mula – mula kearifan lokal Minahasa khususnya Tonsea semakin terkikis. Oleh sebab itu seorang Stenly Lengkong, Pemerhati Budaya Tounsea tergugah untuk mencari wisdom legacy yang masih banyak terkubur di tanah Tonsea. Salah satu bukti nyata pergerakan beliau adalah menggali kembali peradaban Tonsea mula – mula di daerah Maklentuai Airmadidi Bawah.

“Sudah di lakukan kajian budaya yang mendasar baik penuturan warga tua wanua airmadidi, penglihatan para psikolog, dan bukti kubur tau (Waruga) serta data – data yang ada, saya memastikan bahwa inilah peradaban awal Tonsea yang menyebar dari Niaranan (Tonsea lama)”. Tegas Lengkong yang akrab di sapa Endy yang adalah Ketua Umum Masyarakat Adat Pakasaan Ne Tounsea (Mapatu).
Kami melakukan pembersihan dan pengaturan kembali Wilayah adat ini bukan semata – mata karena ada proyek pemerintah (jalan tol) tapi sudah lama impian ini ingin di wujudkan tapi tak ada lagi yang peduli dengan apa yang di namakan memelihara kearifan lokal.

“Dengan adanya proyek pemerintah ini semakin menjamin bantuan fisik untuk menata ulang kembali wilayah yang membuat Tanah Airmadidi Tounsea ada sampai saat ini, dan semua akan dilengkapi dengan data yang akurat dan tentunya itu perlu bantuan dari masyarakat baik terlibat langsung kalau perlu ataupun bantuan moral dan spiritual”. Tutup Lengkong dengan penuh Semangat.
Makararang adalah sebuah bukit di lembah Wilayah Wanua Airmadidi bawah yang di apit oleh pegunungan Dembean dan gunung klabat. Di wilayah ini lebih di kenal dengan nama Perkebunan Skima dan Mata Air Maklentuai. (CdR)