Material Longsor tutupi jalan, Pemprov terkesan cuek for minsel

Amurang, Nyiurtimes.com- Cuaca yang tidak menentu sekarang ini membuat warga minahasa selatan cenat – cenut, pasalnya saat ini curah hujan yang melanda kabupaten minsel sangat luar biasa sehingga Menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor dibeberapa daerah, akibat longsor banyaknya jalan penghubung baik antar kabupaten, kecamatan, maupun desa tak bisa dilalui karena tertutup material longsor.

Seperti tanah longsor yang terjadi diruas jalan penghubung Desa Pontak (Minsel) dan Desa Lobu (Mitra), lebih tepat diruas jalan yang menghubung antara Desa Beringin dan Desa Powalutan diwilayah Minsel. Longsor dengan ketinggian sekitar 1-2 meter menutupi badan jalan penghubung dikedua desa ini sehingga menyebabkan masyarakat diDesa Beringin hampir terisolir.

“Walaupun sudah beberapa hari longsor ini terjadi, namun sampai saat ini belum ada tindakan yang dilakukan pemerintah provinsi Sulawesi Utara, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Provinsi sulawesi utara untuk melakukan pembersihan material longsor.

“Akibat belum ada pembersihan material longsor, terpaksa masyarakat yang akan beraktifitas keluar desa harus melintas diatas material longsor walaupun perasaan dilanda kecemasan terjadi longsor susulan. “Ujar Samuel Kesek

Hal yang sama juga dikatakan Sekdes Desa Beringin, Senin (30/5) siang tadi, karena ada keperluan dikabupaten untuk memasukkan laporan APBDes, terpaksa dirinya harus mengikuti jalan yang ada diDesa Kalait Kabupaten Mitra yang jaraknya lebih jauh ketika melalui wilayah motoling. Dari pemerintah maupun masyarakat mengharapkan adanya perhatian pemerintah provinsi untuk membersihkan longsor yang menutupi jalan, sehingga aktivitas kami boleh kembali normal, “tutur Sekdes
(Viktor)