Manado Paling Toleran di Indonesia, Jakarta Paling Tidak Toleran

Manado Paling Toleran di Indonesia

Jakarta, Nyiurtimes.com – Manado menjadi kota paling toleran di Indonesia menurut Setara Institute. Setara Institute mengeluarkan hasil penelitian Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2017 pada 94 dari 98 kota di Indonesia.

Peneliti Setara Institute, Halili mengatakan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mempromosikan dan mengembangkan kota-kota yang dianggap berhasil membangun dan serta mengembangkan toleransi.

“Jadi kalau kota yang toleransinya masih rendah, harus bergegas mengikuti untuk membangun dan mengembangkan toleransi di wilayahnya,” ucap Halili.

Sementara itu Setara Institute untuk DKI Jakarta menjadi kota di Indonesia yang mendapatkan peringkat pertama dengan kategori toleransi rendah pada 2017. Padahal dalam penelitian 2015, Jakarta menduduki peringkat 65 dari 94 kota yang dilakukan kajian terkait indeks kota toleran.

Halili mengatakan hal itu disebabkan penguatan intoleransi dan politisasi identitas keagamaan di DKI menjelang, saat, dan setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

“Perubahan signifikan pada indikator peristiwa pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan, pernyataan pemerintah dan tindakan nyata pertama,” kata Halili.

Tokoh pemuda Minahasa Edwin Umbas, S.IP saat dimintai tanggapannya terkait penelitian Setara Institute, mengatakan bahwa bangga dan bersyukur Manado boleh menjadi Kota yang paling toleran di Indonesia sedangkan miris ketika melihat Ibu Kota negara yang berstatus Kota paling tidak toleran atau toleransinya terendah.

“Bangga dan bersyukur Manado sebagai Kota toleran. Ini berkat kerukunan dan filosofi hidup orang Sulawesi utara Sitou timou tumou tou. Saling menolong dan mengasihi tanpa membedakan status sosial, suku, ras dan agama. Sedangkan miris sekali melihat ibu kota negara yakni Jakarta sebagai kota paling tidak toleran. Saya setuju dengan Pak Halili, semua disebabkan karena intoleransi dan politisasi agama di Jakarta menjelang, saat, dan setelah Pemilihan Kepala Daerah. Pak Ahok diserang dengan isu agama dan ras. Korbannya juga adalah masyarakat Jakarta sendiri bahkan sampai meluas ke wilayah-wilayah lain di Indonesia”. Ujar Edwin. (**)