LSM Sulut Solid Usut Tuntas Korupsi Pemecah Ombak Likupang

LSM Sulut Solid Usut Tuntas Korupsi Pemecah Ombak Likupang

Manado,Nyiurtimes.com–Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sulut solid membidik kasus korupsi pemecah ombak Likupang.

Aksi gotong royong yang melibatkan Lembaga Anti Korupsi Laskar Manguni Indonesia (LAK LMI), Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) dan LBH Laskar Manguni Indonesia (LMI) itu semata-semata sebagai bentuk untuk mengusut tuntas kerugian negara yang mencapai Rp8,8 miliar.

Komitmen penegakkan hukum itu ditegaskan dalam rapat bersama yang digelar, Sabtu (11/11) yang melibatkan unsur pimpinan sejumlah LSM.

Tonaas Wangko Pdt Hanny Pantouw, STh yang didampingi sejumlah aktivis seperti Moning Mamengko, S.IP, Maxi Malonda, Michael ‘Patz’ Lantu, Wens Alexander, Arthur Mumu, serta sejumlah aktivis lainnya, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengawal kasus hukum di Sulut, terutama dugaan kasus proyek Pemecah Ombak di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Baca Juga : Resmi Tersangka Pemecah Ombak Likupang Masuk Bui

”Kami sudah sepakat akan mendorong semua kasus yang merugikan uang negara, dalam kaitan ini LAK LMI, LAKRI, dan LBH LMI menyikapi proyek pemecah ombak di Minahasa Utara berbandrol sekitar 15 Miliar yang diduga kuat belum terungkap tuntas dan saat ini sedang ditangani Kejati Sulut saat ini,” tegas Pantouw.

Ia mengendus pelaksanaan proyek yang terindikasi menyalahi prosedur yang justru menimbulkan kerugian negara harus diusut tuntas.

Bahkan, berdasarkan hasil investigas LAK LMI, LAKRI dan LBH LMI pihaknya mendukung untuk kasus ini terus dituntaskan pihak penegak hukum. Itu sebab pihaknya medesak agar aktor intelektual dibalik adanya kerugian negara diungkap secara terang-benderang.

”Diduga pelaksanaan proyek ini tidak melalui Tender dan diduga merugikan keuangan Negara sekitar 8,8 M. Hasil pertemuan siang ini, LAK LMI dan LAKRI beserta LBH LMI mendesak dan mendukung Kajati Sulut untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi ini. Kami berkomitmen untuk mengawal secara penuh sampai kasus ini agar tuntas, serta mengungkap siapa aktor intelektual dibalik kasus ini,‘‘ ujar Pantouw. (glas)