Legislator Sulut Minta Pecat Saja GM PLN!

Manado,Nyiurtimes.com–Manajemen Perusahaan Listrik Negara (PLN) Suluttenggo dianggap amburadul. Para jajaran direksinya diendus tak becus urus pasokan listrik. Akibatnya kerap terjadi pemadaman secara sepihak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Kondisi semacam ini, menyeruak di tengah hearing yang digelar Komisi III Deprov bersama jajaran Direksi PLN.

Tensi para wakil rakyat itu tumpah saat mendengar alasan pihak PLN pemadaman terjadi dilatari banyak kendala teknis alamiah. Semisalnya pohon tumbang. Sebagaimana yang disampaikan GM PT PLN Area Manado Paulce Mangundap.

“Kita ketahui bersama, banyak sampah di Manado akibat pemangkasan pohon yang mengganggu jaringan listrik. Jadi, penyebab utama ada di pohon dan sudah melaksanakan pemangkasan dari Bitung sampai Ratahan. Selain itu kami melakukan perbaikan konstruksi,” kata Paulce Mangundap.

Hal senadah juga diakui Sugeng Hidayat. Malah ia secara berani mengatakan permasalahan teknis dan non teknis yang membuat PLN harus melakukan pemadaman.

“Masalah cuaca ekstrem dan pemangkasan pohon menjadi masalah teknis. Selain itu ada juga perbaikan-perbaikan jaringan. Sedangkan masalah non teknis yang terjadi bisa saja karena ada sabotase,” ujar Sugeng Hidayat selaku Manager Area Penyaluran dan Pengatur Beban (AP2B) PT PLN Suluttenggo.

Akan hal itu, Legislator Sulut memberi tanggapan minor. Bagi om-om Deprov dalih PLN yang mengatakan pemadaman akibat beberapa permasalahan, salah satunya pohon dianggap sebuah alasan yang mengadah-ada.

Semisalnya anggota Komisi III DPRD Sulut, Ayub Albugis. Ia mencibir alasan pohon merupakan alasan klasik.

“Jika dibandingkan dengan PLN di Pulau Jawa, pemadaman tidak sering terjadi. Padahal sama perusahaan, sama managemen. Jika hanya beralasan klasik baik itu pohon atau hal lain, sama saja di Jawa juga ada pohon,” terangnya.

Ayub juga mengatakan jika hal ini terus-terusan terjadi, masyarakat bisa tidak percaya kepada PLN sedangkan PLN perusahaan besar yang mengurus hajat hidup masyarakat banyak.

“Penyakit pemadaman PLN di Sulut seperti menular atau terus-terusan terjadi. Bahkan seperti sakit kudis, sembuh di satu tempat timbul di tempat lain. Kalau alasan klasik seperti ini terus, saya rasa tidak dipercayai masyarakat,” tambahnya.

Lain dari Ayub, Anggota Komisi III, Juddy Moniaga mengatakan kepada awak media jika PLN tidak memiliki solusi konkrit kepada masyarakat.

“Jadi kita selama ini mendapatkan keluhan dari masyarakat, berkali-kali sudah tidak dapat dihitung dan kita lembaga DPRD sebagai perwakilan dari masyarakat dituntut untuk memanggil atau mengklarifikasi kepada PLN, dan ini sudah berapa kali dilakukan, namun sampai sekarang ini tidak ada tindakan final,” jelas Moniaga

Sehingga, ketua Fraksi Gerindra ini meminta Direksi PLN Suluttenggo sebaiknya mundur jikan tidak bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada.

“Berani mengambil jabatan, berarti berani menerima tanggung jawab. Masalah pemadaman yang masih saja terus terjadi dan dilakukan PT PLN, sebaiknya jajaran pimpinan memundurkan diri,” tegas legislator dapil Minsel-Mitra ini. (Gie)