Lansia Aset Gereja dan Negara

TALAUD– Lansia Aset Gereja dan Negara. Hal ini disampaikan Plt Bupati Kepulauan Talaud Petrus Simon Tuange. ” Lansia itu bukan beban. Lansia aset gereja dan negara. Orang tua kita,” ujar Tuange saat menghadiri Konsultasi Pelka Lansia Sinode Germita, Selasa (29/5) kemarin. Bertempat di Germita Efata Bambung.

Tuange menuturkan peran pemerintah terhadap lansia perlu. “Pelayanan yang menjunjung harkat dan martabat lansia. Bila ada kegiatan-kegiatan khusus internal lansia yang akan digelar, pemerintah siap bantu. Masukan saja proposal. Bantuan sosial juga ada. Bantuan di dlbidang kesehatan dan bantuan lainnya juga harus diberikan. Pemerintah juga memberikan kesempatan kerja bagi lansia sesuai minat,” katanya.

Ia mengatakan, jumlah Lansia se-Talaud ada sekira 12.600 orang. “Jumlah yang cukup besar untuk bisa mengusung satu anggota DPRD,” ucap Tuange sambil tersenyum.

Plt Bupati Talaud Tuange disambut

Dalam kesempatan tersebut, Tuange selaku pemerintah daerah menyampaikan beberapa hal terkait jalannya roda pemerintahan dan poros pembangunan Kabupaten Talaud. ” Talaud akan miliki gudang besar dolog. Disitu akan tersedia berbagai kebutuhan bahan pokok. Ada pula pembangunan 11 titik BTS, pembangunan patung sukarno di Kabaruan dan kedepan akan ada penerimaan CPNS. Bagi lansia yang punya anak atau cucu sarjana boleh dipersiapkan,” tandasnya.

Ketua Umum Sinode Germita Pdt DR Arnold Apolos Abbas, Kabag Humas dan Protokoler Setkab Fanmy Unsong, Camat Gemeh, tokoh adat, masyarakat dan tokoh agama serta ratusan lansia hadir dalam kegiatan ini. (tika)