Kunjungi Talaud Wagub Semprot Para Guru

TALAUD– Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw menegaskan tugas seorang guru ialah mengajar bukan urus proyek. ” Saya paling menolak BOS dan DAK dikelola oleh guru-guru. Guru tugasnya mengajar bukan urus proyek. Banyak yang berbondong-bondong mau jadi kepala sekolah karena pikir ada proyek swakelola. Guru jangan silau kelola dana. Ingat pula, pungutan – pungutan di sekolah sekarang tidak ada,” ujarnya, saat tatap muka dan memberikan pembinaan kepada ratusan Pegawai Negeri Sipil Pemprov Sulut yang bertugas di Talaud, Rabu (30/5) kemarin. Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Talaud.

Plt Bupati Petrus Simon Tuange saat menjemput Wagub dibandara. Foto lain saat Wagub secara simbolis memberikan bantuan beasiswa kepada  pada siswa SMK dan SMA.

Apa yang disampaikan Wagub tentu merupakan tamparan keras bagi para guru yang mengabdi di Talaud. Tenaga pengajar khususnya jenjang SMA dan SMK seakan ‘hilang muka’. Dalam kesempatan tersebut, Wagub mengatakan, pendidikan targetnya tiga hal yakni pertama ilmu, kecakapan dan nilai. Hal ini yang perlu diutamakan. “Tiga hal ini taruh dalam pikiran. Jangan, belum apa-apa sudah minta TKD. Ingat, indeks pendidikan Talaud dari 15 kabupaten kota ada pada angka ke 15. Memprihatinkan. Kalau saya guru, saya malu pastinya. Guru-guru di Talaud harus ‘bakaca’. Selama ini apa yang diperbuat?,” katanya.

Kalau siswa tidak berprestasi, kata Wagub salahkan Guru. ” Ada guru yang suka mabuk, selingkuh dan yang berpestapora dengan dana BOS dan DAK. Orientasinya cuma proyek. Lupa untuk mendidik anak-anak. Masalah pendidikan di Talaud ini serius. Jangan hanya bangun gedung, tambah komputer dan rumah dinas, tapi tidak ada gunanya bagi siswa. Tahun depan target kualitas Pendidikan di Talaud harus naik untuk SMA/SMK.
Guru-guru di Talaud harus bertransformasi. Kalau selama tidak disiplin, mengajar setengah hati yang penting dapat sertifikasi jadi merasa aman, semua itu harus diubah!” tegas Kandouw.

Dana sertifikasi guru tinggi. Dikarenakan pemerintah sadar kualitas guru menentukan masa depan indonesia. Masa depan Sulawesi Utara termasuk Kabupaten Talaud. “Tapi ternyata hasilnya mengecewakan. Ini harus diperbaiki.  Kalau ada anak-anak Talaud yang ikut cpns terus tidak lulus lewat formasi sma, kalian yang salah. Makanya jangan kencang berteriak tentang hak dan fasilitas. Ingat pemberian diri, pengorbanan bagi peserta didik itu nomor satu. Kita harus benahi pendidikan di Talaud.Tahun depan target UNBK 100 persen di Talaud. Galakkan terus kegiatan-kegiatan bela negara. Upacara setiap senin wajib,” tegasnya.

Adapun dalam laporan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulut di Kabupaten Kepulauan Talaud Sri Ratna Pasiak dikatakan, jumlah sekolah di Talaud khususnya pendidikan menengah ada 36 sekolah. Terdiri dari 18 SMA Negeri dan dua swasta. Ada tujuh SMK Negeri dan tiga SMK swasta. Sementara untuk SLB satu negeri dan satu swasta. Adapula SMTK ada empat sekolah. Jumlah siswa dari 36 sekolah sekira 3937. ” Guru PNS 320 orang dan THL 274 orang terdiri dari 163 sudah memiliki SK Gunernur sisanya belum. Jumlah tenaga kependidikan, PNS 54 orang dan THL 44 orang. Total jumlah pendidik dan tenaga kependidikan ada 716 orang,” tandasnya.

Jajaran pemerintahan Pemprov Sulut, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Prov Sulut, Sekkab Adolf Binilang bersama jajaran, Dandim 1312/Talaud Letkol (Arm) Gregorius Eka Setiawan, Waka Polres Kompol Maria Biuda serta ratusan   PNS Pemprov hadir dalam pertemuan ini. (tika)