Kok Bisa? Paat – Kawoaan Bedah Penjelasan Soal DAK Pertanian


Amurang,Nyiurtimes.com—Sejumlah proyek infrastruktur pertanian belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pasalnya pengerjaan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 3,7 miliar itu sampai saat ini belum juga cair. Alhasil hal tersebut akan berdampak langsung pada target swasembada pangan tahun 2018.

Sekretaris Dinas Pertanian Ronal Paat ikut membenarkan hal itu. Ia mengatakan pencairan anggan sebesar itu diganjal Surat Keputusan (SK) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadan barang dan jasa. Yang sampai saat ini belum diturunkan.

Padahal menurutnya ekspektasi pencapaian swasembada pangan pada tahun ini ditargetkan tidak meleset. Apalagi didukung penuh oleh pemerintah pusat yang menaikan jatah DAK tahun ini mengalami peningkatan 20 persen.

“Jadi fokus DAK tahun ini itu akan diarahkan pada sekira 20 titik pembangunan irigasi pertanian,” ungkap Paat.

Itu sebab ia berharap jika tak ada aral melintang pekan depan diupayakan sudah diterbitkan SK PPK supaya anggarannya sudah bisa dijalankan,” katanya.

Walau begitu, pernyataan Paat perihal SK PPK menghambat pencairan anggaran ditepis Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Danny Kawoaan. Ia mengatakan SK PPK tak begitu perpengaruh pada pencairan anggaran. Hanya saja menurutnya sampai saat ini anggaran pusat memang belum masuk ke kas daerah.

“Memang anggarannya belum cair. Kalau SK PPK sudah ada hanya kurang diserahkan saja,” katanya. (viktor)