Ketum PSI Dilaporkan Dugaan Penistaan Agama, MJP: Cukup Ahok!

Grace Natalie (Ketua Umum DPP PSI) dan Melky J Pangemanan (Ketua DPW PSI Sulut)

Manado, Nyiurtimes.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri atas kasus dugaan penistaan agama, Jumat (16/11/2018).

Dugaan kasus penistaan agama tersebut dilaporkan oleh Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) bersama calon anggota legislatif Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana.

Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Utara Melky J Pangemanan menilai pelaporan terkait dugaan kasus penistaan agama ini menjadi ujian berkali-kali bagi Indonesia sebagai negara hukum dan demokratis, mengingat juga kasus penistaan agama yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Indonesia sebagai negara hukum kembali diuji untuk kesekian kali. Dulu peradilan hukum kita kalah dengan kekuatan politik dan desakan massa lewat demonstrasi berjilid-jilid yang terstruktur dan sistematis melibatkan kaum radikal dan intoleran saat menjatuhkan pak Ahok. Semoga kejadian lalu tidak terulang. Cukup pak Ahok!”, kata Melky J Pangemanan (MJP).

Menurut MJP, pelaporan tersebut aneh dan bahkan mempertanyakan komitmen kebangsaan para pelapor.

“Laporan tersebut aneh. Bahkan saya mempertanyakan komitmen kebangsaan para pelapor. Bagi kami PSI tidak mendukung perda agama bukan tindakan penistaan agama justru untuk menjaga toleransi di Indonesia. Agar toleransi tetap hidup, kita tidak boleh bersikap toleran pada kaum intoleran (paradox of tolerance). Perda-perda berbasis agama yang diskriminatif tidak boleh ditoleransi. Agama terlalu mulia jika diturunkan menjadi perda”, ujar Melky.

Sebelumnya, Ketum PSI Grace Natalie mengatakan PSI menolak perda berlandaskan agama termasuk Perda Syariah dalam acara Festival 11 PSI dalam peringatan ulang tahun keempat PSI di ICE BSD, Tangerang, Minggu (11/11/2018). (**)