Keren! Setelan Batik Olly dan Istri Pada Malam FFI Ternyata Karya Tangan Designer Sizzy Natalie Matindas

Sulut,Nyiurtimes.com–Banyak kalangan mengaku kagum dan begitu terkesima dengan busana yang digunakan Gubernur Olly Dondokambey dan Ibu Rita Tamuntuan. Saat menghadiri gala dinner FFI dan malam apresiasi film Indonesia (AFI) tahun 2017 di Manado.

Dua malam penuh khidmat nan melahirkan sejarah baru bagi dunia perfileman Indonesia itu, OD bersama istri terlihat tampil elegan dan begitu nyaman menggunakan setelan batik. Penampilan dua orang top Sulut ini, sontak mengalihkan ribuan pasang mata tertuju.

Saking begitu menariknya banyak yang penasaran, batik jenis apakah yang digunakan OD dan Istrinya itu. Ada juga yang bertanya siapa sebenarnya designer batik bercorak bercak merah berpaduh coklat kuning keemasan itu?

Akhirnya rasa penasaran banyak kalangan terjawab sudah. Penelusuran redaksi Nyiurtimes.com berbuah manis.

Ternyata setelan batik yang digunakan itu, merupakan karya tangan designer batik berdarah kawanua. Sebut saja, Sizzy Natalie Matindas. Mungkin banyak yang belum mengenalnya, karena memang namanya belum sementeren para designer terkenal.

Tapi, perempuan berparas cantik itu ternyata perancang batik yang digunakan Olly dan Ibu Rita Tamuntuan.

Wanita kelahiran Manado, 2 November 1974 itu bercerita, Istri Gubernur Olly Dondokambey memang sudah sering menggunakan batik buatannya.

Tidak hanya pada acara nasional seperti FFI. Tapi jauh sebelumnya sudah banyak karyanya yang digunakan Ketua TP-PKK Sulut itu.

Malah sejak pertama kali merintis dengan motif awal Gubernur dan Istri sudah menggunakan.

“Nah kali ini dalam hajatan gala dinner FFI Jumat lalu pak Olly dan Ibu Rita menggunakan batik motif Pohon Bitung (pohon ketapang), asal nama Kota Bitung ini adalah salah satu motif terbaru,” akunya

Sementara untuk malam apresiasi menurut anggota Kerukunan Keluarga Kawanua ini, orang nomor satu Sulut dan Ibu Rita Tamuntuan memakai batik dengan motif anggerek bulan.

“Ini dipesan khusus oleh Ibu Gubernur. Anggrek bulan sendiri terinspirasi dari seragam WKI yang menggunakan logo anggrek bulan. Selain itu, motif ini juga mencerirakan tentang tanaman endemik di Indonesia,” ujarnya.

Lalu sebenarnya apa nama usaha batik milik wanita pekerja keras ini.

“Nama batiknya sendiri ialah Sizzy Matindas Batik atau yang dipopulerkan dengan sebutan batik bercerita. Apa sebab bamanya bercerita, karena idenya adalah untuk menceritakan suatu budaya. Semisalnya budaya Minahasa lewat selembar kain batik,” ujar Matindas. Yang mengaku tahun 2014 sebagai cikal bakal ia memulai bisnis batik.

Sementara itu, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kebudayaan khususnya budaya di tanah Minahasa, Matindas mengaku sudah hampir semua unsur kearifan lokal di 15 Kabupaten Kota di Sulut dengan keunikannya masing-masing telah menjadi karya dari motif batiknya.

“Selain batik dengan motif ketapang kota Bitung, ada juga motif tartius dan pulau lembeh. Motif yaki, begitu juga dengan motif bunga Kota Tomohon, perahu Bininta dari Sangihe, motif Hamsey Bolaangmongondow, tari kabela dan juga masih banyak motif lainnya yang sementara di design,” sebut Matindas.

Sambil mengatakan semua orang punya cara dan karya bagaimana melestarikan, dan memperkenalkan budaya. Itu sebab baginya merancang batik dengan motif kearifan lokal adalah bentuk karya dan pengabdiannya sebagai persembahan terbaik memperkenalkan keragaman budaya di Indonesia dan Sulut khususnya. (dou)