Kecewa! John Jonga: Palestina Lebih Penting Ketimbang Papua

- Iklan -
Iklan Bank Sulutgo 1

Jakarta, Nyiurtimes.com – John Jonga, Tokoh masyarakat Papua merasa kecewa dengan Pemerintahan saat ini karena dinilai lamban menyelesaikan kasus HAM di Papua.

John menilai pemerintah sangat cepat merespon pernyataan Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel serta memberikan dukungan untuk kemerdekaan Palestina, sedangkan berbeda halnya dengan penanganan persoalan di negaranya sendiri. 

“Papua tidak lebih penting daripada Palestina,” kata John saat Seminar Nasional Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK untuk Papua di Gedung LIPI, Jakarta (18/12/2017).

John juga menyentil kinerja Kejaksaan Agung dan Komnas HAM yang diberi amanat untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Papua namun terkesan lambat. 

Ketua Tim Kajian Papua LIPI Andriana Elisabeth mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM telah membentuk tim terpadu untuk menanggulangi kasus pelanggaran HAM berat di Papua dan Papua Barat.

“Tim investigasi HAM sudah dibentuk tapi kemajuan belum bisa dirasakan, penanganan cenderung lambat karena pemahaman kurang soal HAM. Ada kesan menghindar soal HAM karena terkesan hanya masalah sipil politik,” ucapnya.

Asisten Deputi I bidang Koordinasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah Kemenko Polhukam Syafii mengatakan bahwa tim terpadu di bawah Kemenko Polhukam masih terus bekerja hingga saat ini.

“Tidak ada keinginan kami untuk menunda tapi ada proses administrasi yang harus kami lakukan, kami ingin menyelesaikan pelanggaran HAM di Papua,” kata Syafii. (**)