Kas Titipan BI Bantu Warga Perbatasan

Mengabadikan foto bersama Budisantoso

TALAUD, nyiurtimes.com– Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) terus
berupaya memastikan peredaran uang rupiah layak edar baik dari segi nominal ataupun jenis pecahan secara tepat waktu dan jumlah.

Langkah laju yang dilakukan yakni dengan membuka kas titipan BI di Kabupaten Kepulauan Talaud. Selasa (10/4) kemarin, Kas Titipan BI di Kantor Bank SulutGo Cabang Melonguane diresmikan.

Peresmian kas titipan di Talaud ini dihadiri Plt Bupati Kepulauan Talaud Petrus Simon Tuange, Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulut Buwono Budisantoso, Direktur Operasional PT. Bank SulutGo Welam Palilingan, Branch Manager Bank Sulutgo Cabang Melonguane, Pimpinan Bank BRI dan Dana Raya, Pejabat Esselon II dilingkup Pemkab Talaud, Tokoh adat, Agama dan Masyarakat, serta para nasabah.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulut Buwono Budisantoso saat memberikan sambutan mengatakan, kas titipan merupakan kegiatan penyediaan uang oleh Bank Indonesia yang dititipkan pada salah satu bank untuk mencukupi persediaan kas bank-bank dalam rangka wilayah sekitarnya guna memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tertentu.
“Melalui kas titipan, kita bantu perbankan di Kabupaten Kepulauan Talaud agar memiliki ketersediaan uang layak edar. Karena bank daerah merupakan perpanjangan BI,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan masyarakat Talaud akan uang segar bisa terpenuhi dengan adanya kas titipan. Talaud, yang merupakan wilayah perbatasan memang perlu mendapat perhatian khusus dari BI. Karena itu, BI merasa perlu membuka kas titipan mengingat letak geografis Talaud. ” Ketersediasn uang rupiah di Talaud itu perlu terjaga baik dari sisi jumlah maupun kualitasnya. Itulah mengapa BI membuka kas titipan. Kami siapkan uang tunai yang dititipkan di Bank SulutGo Cabang Melonguane. Untuk itu, perbankan tidak perlu lagi setiap minggu ke Manado untuk menyetor ataupun menukar uang ke BI. Kami drop langsung. Setoran dari perbankan bisa langsung di bank titipan BI. Manakalah ada uang tidak layak edar akan segera diganti supaya di Talaud tak ada lagi uang lusuh. Kami akan pantau ketersediaan uang di Talaud,” kata Budisantoso.

Sejak beroperasi November 2017 lalu hingga kini, kata Budisantoso, sekira 122 Miliar uang yang telah dikirim BI ke Talaud dan ada Rp 59 miliar uang tidak layar edar yang berhasil ditarik. ” Kami berharap Kas Titipan ini mampu dimanfaatkan dengan baik. Kami juga menghimbau kepada Bank pengelola dan bank peserta kas titipan untuk memastikan keberadaan kas titipan di Talaud mampu dirasakan manfaatnya secara optimal oleh masyarakat,” pintanya.

Plt Bupati Kepulauan Talaud Petrus Simon Tuange menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan BI di Wilayah Talaud. ” Memang perlu BI buka kas titipan di Talaud. Ini juga untuk menjaga ketersediaan uang tunai di Tanah Porodisa. Kami juga menantikan beredarnya uang emisi 2016 disini,” ucapnya.

Direktur Operasional PT. Bank SulutGo Welam Palilingan menyampaikan bahwa Bank SulutGo terus berpartisipasi aktif memberikan nilai tambah bagi pembangunan perekonomian di Talaud. “Kerjasama dengan Bank Indonesia dan BRI kiranya terus terjalin,” tandasnya. (tika)