Kaeng Lantik Panwas Desa dan Kelurahan se-kecamatan Tumpaan

Amurang, nyiurtimes.com–Panitia Pengawas (Panwas) pemilihan legislatif dan pilpres 2019 di tingkatan desa dan keluarahan Kecamatan Tumpaan Minahasa Selatan resmi terbentuk. Pengambilan sumpah janji 9 wasit pemilu itu dilakukan di Balai Pertemuan Umum kantor Hukum Tua Desa Tumpaan satu, Sabtu akhir pekan lalu.
Ketua Panwas Tumpaan Tony Kaeng mengatakan ada harapan besar publik yang ditaruh di pundak para panwas desa dan kelurahan. Sebab katanya panwas ditingkatan paling bawah merupakan ujung tombak dan garda terdepan. Oleh karena itu, Kaeng mengharapkan kepada seluruh anggota Panwas desa dan kelurahan harus menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Karena salah satu tugas kita sudah diatur dalam UU salah satunya adalah mengawasi tahapan pemilu. Tugas Panwas yang ditempatkan di desa dan kelurahan untuk memantau pelaksanakan setiap tahapan. Mulai pemutakhiran data pemilih, penetapan daftar pemilih, dan daftar pemilih tetap, hingga pemilihan,” katanya.
Selain itu, pun secara detil merinci tugas dan kewenangan lainnya yang bisa dilakukan panwas adalah melaporkan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan pemilihan umum dan legislatif.

“Jangan mau disogok. Apalagi diintervensi. Harus berani tunjukkan bahwa panwas bersih. Tampil mengawasi tanpa ada embel-embel apapun,” harap Kaeng yang didampingi dua pimpinan panwas cam Tumpaan Frangky Keintjem dan Swingly Talapod.

Ketua Panwascam Tumpaan Tony Kaeng saat mengambil sumpah janji para panwas desa dan kelurahan Sabtu akhir pekan lalu

Sementara itu, Kepolsek Tumpaan Iptu Duwi Gali yang ikut menjadi bagian dalam pelantikan itu, menegaskan sebagai pihak keamanan akan berlaku sinergis. Sebab tanggungjawab penyelenggaran pemilu kata mantan KBO Reskrim Polres itu adalah bagian juga dari tugas kepolisian. Khususnya di bidang keamanan.
“Harus selalu ada koordinasi. Sama-sama sebagai mitra melakoni setiap peran yang diemban,” tukas Gali.

Diketahui turut hadir pada pelantikan tersebut perwakilan pemerintah kecamatan Tumpaan, para hukum tua dan unsur tokoh masyarakat lainnya. (*)