JWS Dilema “Antara Ba Kobong Deng Jadi Bupati”

Manado, Nyiurtimes.com – Alur politik Petahana Jantje Wowiling Sajouw (JWS) memasuki babak baru. Tak diusung PDIP di Pilkada Minahasa membuat Karier Politiknya kian terancam.

Langkah PDIP tak usung incumbent (JWS-red) membuat ketua PDIP Minahasa ini dikabarkan segera masukan surat pengunduran diri.

Hal tersebut, mengingat tahapan Pilkada kian diujung tanduk untuk segera mendapatkan kendaraan politik. Jika memang JWS masih ingin bertarung di Pilkada Minahasa.

Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Ferry Liando mengatakan JWS masih memiliki peluang mengingat statusnya sebagai Incumbent.

Diketahui, Partai Demokrat, Gerindra dan Nasdem yang memiliki kursi untuk berkoalisi belum menentukan sikap untuk mengusung. Alhasil, ini menjadi peluang bagi JWS.

“JWS masih memiliki peluang besar meski jika nantinya tidak diusung lagi oleh PDIP sehingga tidak salah jika JWS berupaya mendekati Parpol lain,” kata dosen Ilmu Sosial dan Politik ini.

Namun disisi lain, JWS saat mendaftar di kantor PDIP Sulut, (25/10/2017) sempat menyatakan hanya menunggu hasil analisa partai.

Bahkan, JWS siap untuk tak maju jika tidak lewat Partai berlambang moncong putih.

“Kalau so nyanda berarti analisa  partai sudah tidak memenuhi persyaratan,” kata JWS saat konfrensi pers pasca mendaftarkan diri.

Pernyataan itu lahir saat awak media menanyakan kesiapan JWS jika tidak diusung. Dirinya mengatakan akan berkebun jika memang tak diusung partai.

“Torang ambe jalur laeng ba kobong (berkebun) atau berbisnis. Nda usah beking susah partailah, supaya nda banyak yang dikecewakan,” kata JWS dengan dialek Manado. 

Antara peluang JWS dan pernyataan sikap untuk tidak maju dengan partai lain menjadi tanda tanya besar jelang Pilkada Minahasa 2018. (Awan)