Jangan Ditiru ! Oknum WD III Fispol Diduga Intervensi Pemilihan BEM

- Iklan -
Iklan Bank Sulutgo 1


Manado,Nyiurtimes.com –Tensi sejumlah mahasiswa Fispol Unsrat Manado naik sampai ke ubun-ubun. Emosi mereka tumpah dan menggelar unjuk rasa di lingkungan kampus. Aksi itu digelar sebagai protes atas aroma dugaan intervensi oknum pimpinan fakultas dalam pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang berlangsung Rabu kemarin.

Dalam orasi mereka memprotes sikap tidak independen yang disinyalir jadi aksi gagah-gagahan oknum WD III. Seperti yang ditegaskan Sinyo mahasiswa Ilmu pemerintahan itu mengendus salah satu pimpinan fakultas dengan sengaja dan sepihak telah menghentikan pemilihan BEM Fispol Unsrat yang sementara berlangsung proses perhitungan suara. Olehnya itu, secar lantang melalui aksi tersebut menuntut agar tahapan pemilihan BEM Fispol tetap dilanjutkan.

“Turut berdukacita atas matinya demokrasi di Fispol Unsrat. Pada momentum ini kami yang tergabung dalam Mahasiswa Pemerhati Demokrasi Fispol Unsrat menuntut pimpinan Fakultas jangan intervensi pesta demokrasi mahasiswa Fispol Unsrat. Biarkan panitia KPUM menjalankan tugas-tugas yang semestinya mereka lakukan” teriak Sinyo dalam orasinya disambut massa aksi dengan berteriak berulang kali, hidup mahasiswa.

Lanjut Sinyo, pimpinan fakultas seharusnya menyerahkan proses penyelenggaraan pemilihan sepenuhnya kepada KPUM yang kemudian dikawal oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fispol Unsrat.

“Berikan Mahasiswa yang melakukan proses demokrasi. Bukan malahan sebaliknya,” kesal Mahasiswa yang dikenal vokal ini. Pernyataan Sinyo itu pun ikut dikuatkan Wakil Ketua DPM Fispol, Yeriko Sarepa. Malah ia menyesalkan jalan pintas sepihak yang diambil pimpinan fakultas. Seharusnya kata dia, ketika ada masalah yang terjadi pada saat proses tahapan pemilihan BEM, mestinya berkoordinasi lebih dulu dengan DPM bukan langsung ke Pimpinan Fakultas. Karena katanya, KPUM adalah lembaga bentukan DPM Fispol. “Saya melihat tindakan Pimpinan Fakultas dalam hal ini WD 3 Fispol yang menghentikan tahapan pemilihan BEM tanpa berkoordinasi dengan DPM adalah suatu tindakan yang menyalahi prosedur. Karena persoalan ini adalah persoalan yang masih diranahnya DPM,” urainya. Dirinya juga mengungkapkan, DPM telah memanggil KPUM dan PANWAS untuk bersama-sama membahas persoalan yang ada. Dan hasil pembicaraan tersebut, kami akan berkoordinasi kembali dengan pimpinan Fakultas untuk melanjutkan tahapan yang sudah berjalan. “Diterima atau tidaknya oleh pimpinan fakultas, kami mendorong KPUM untuk tetap melanjutkan tahapan yang telah di hentikan. Kemudian kami menghimbau para PASLON yang berkompetisi agar lebih proaktif dalam tahapan yang di jalankan” tandas Sarepa.

Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Jefry Paat menuturkan bahwa tidak ada intervensi dari kedua calon. “Tadi malam (red kemarin) kami memediasi. Dan, setelah mereka bersepakat, kedua calon telah bersepakat untuk menunda,” tuturnya. Dan, saat dikonfirmasi soal memberhentikan sementara perhitungan suara, yang kata Jefry ada kelebihan 16 suara, maka mereka sementara menuntaskan.

“Atas perintah Dekan saya menghentikan sementara perhitungan suara, untuk mereka memutuskan persoalan kelebihan suara,” pungkasnya.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Unsrat, Hesky Kolibu enggan berkomentar lebih.”Proses Akademik di Unsrat harus tetap berlangsung dengan baik dan dalam situasi yang kondusif demi Unsrat yang semakin baik,” pungkasnya.

Terkonfirmasi redaksi ini pelaksanaan pemilihan BEM Fispol dilaksanakan pada hari Rabu (28/2). Dan, dalam pelaksanaan tersebut memunculkan banyak dinamika yang kemudian di hentikan oleh Pimpinan Fakultas pada sekitar pukul 04.45 dini hari. (*)

Iklan
Iklan Bank Sulutgo 2